Manuver Amien Rais galang kekuatan tolak Ahok jadi Gubernur DKI

redaksi.co.id - Manuver Amien Rais galang kekuatan tolak Ahok jadi Gubernur DKI Suhu politik DKI Jakarta semakin memanas seiring dengan makin dekatnya tahapan-tahapan pelaksanaan Pilgub 2017....

14 0

redaksi.co.id – Manuver Amien Rais galang kekuatan tolak Ahok jadi Gubernur DKI

Suhu politik DKI Jakarta semakin memanas seiring dengan makin dekatnya tahapan-tahapan pelaksanaan Pilgub 2017. Tak tanggung-tanggung, politisi senior yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sampai turun gunung.

Dengan lantang, Amien Rais Amien menyerukan untuk melawan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Ia tidak ingin Ahok menang dan kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Amien tak terima Jakarta periode 2017-2022 dipimpin Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap selama memimpin Jakarta kebijakan yang diambil tidak memihak kepada rakyat kecil. Justru sebaliknya, Ahok dianggap lebih pro pada pengusaha.Dengan berbagai cara, Amien bermanuver agar Ahok tak terpilih kembali menjadi Gubernur DKI pada Pilgub 2017 nanti. Amien menggalang kekuatan untuk menolak Ahok.”Ini bukan masalah SARA, tapi dia memang tidak layak menjadi pimpinan. Jangankan presiden, gubernur saja bagi saya kurang pantas,” kata Amien beberapa waktu lalu.Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini melanjutkan, tidak hanya sikapnya yang keras kepala, Ahok adalah satu-satunya pemimpin yang merasa paling benar. Amien menganggap Ahok ingin memboyong kebenaran menurut kacamatanya sendiri.Dia meminta semua pihak untuk bersatu menghentikan sikap kontroversial Ahok akibat kata-kata serta ucapan kotor yang kerap dilontarkannya. Dia pun khawatir jika Ahok kembali terpilih menjadi gubernur DKI, mantan Bupati Belitung Timur tersebut akan berkelakuan bengis, beringas, dan menghina bangsa Indonesia.Saat menjadi khatib salat Idul Adha di Masjid Rumah Sakit Islam Sukapura, Jakarta Utara, Senin (12/9), Amien Rais juga mengingatkan jemaah soal Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 yang tahapannya sebentar lagi akan dimulai.Dia mengingatkan para jemaah yang hadir agar tidak salah dalam memilih calon gubernur-wakil gubernur.”Pilih yang jujur, yang cinta rakyat kecil. Yang bukan tukang gusur, bukan yang meladeni kepentingan pemodal,” kata Amien.”Saya sudah wanti-wanti kalau PAN sampai dukung Ahok, saya minta kongres luar biasa,” sambungnya.Amien juga pernah menghadiri acara diskusi di kediaman aktivis perempuan Ratna Sarumpaet di Jakarta. Dalam kedatangannya tersebut, Ratna dan Amien sepakat untuk berkoalisi melawan Ahok di Pilgub DKI Jakarta.Amien yakin ada mata-mata yang disusupkan setiap kali ada pengerahan massa. Penyusupan itu dilakukan sekaligus mengawasi gerak-gerik para pendemo, terutama mereka yang anti-Ahok.”Kita harus hati-hati, karena ada mata-mata. Besok kalau pengerahan massa saling diawasi, kalau ada penyusup,” kata Amien.Selanjutnya, Amien menggalang kekuatan dengan merangkul adik Gus Dur Lily Wahid, dan beberapa tokoh lainnya untuk berdiskusi di kediaman Rachmawati Soekarnoputri. Gayung bersambut, Rachmawati sepakat dengan Amien untuk menolak dan melawan Ahok menjadi gubernur selanjutnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti.Menurut dia, pemimpin yang baik seharusnya berpihak kepada rakyat. Dia menyebut bahwa Ahok merupakan salah satu contoh pemimpin yang tidak memihak rakyat, melainkan kepada para pengusaha pemilik perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.”Saya sendiri juga tidak ingin kalau Jakarta tuh dipimpin oleh seseorang yang tidak mempunyai sikap keberpihakan terhadap rakyat kecil, tetapi justru berpihak kepada para cukong. Itu garis besar buat saya,” kata Rachmawati.Saat dipastikan bahwa yang dimaksud Rachmawati adalah Ahok, dia membenarkan. Dia pun mempertanyakan proyek reklamasi yang disebut sebagai gerakan pro pengusaha besar.”Ya jelas, dong. Bagaimana dengan masalah pengembang-pengembang reklamasi itu?” sentil Rachmawati.”Dia pro rakyat atau pro cukong? Itu buat saya sangat prinsipil. Kalau sudah pro cukong, ya masalah itu. Jangan dipilih lagi,” cetusnya.Minggu (18/9) kemarin, Amien Rais bersama dengan sejumlah ulama DKI Jakarta dan tokoh nasional mengadakan acara Silaturrahmi dan Tabligh Akbar untuk kepemimpinan DKI Jakarta di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Satu suara, mereka sepakat untuk mengajak warga DKI untuk memilih calon gubernur yang pro rakyat dan berupaya mengusung satu calon gubernur muslim. Amien Rais mengakui bila PDIP Perjuangan merupakan kunci dalam Pilkada DKI. PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki perolehan kursi terbanyak di DPRD DKI.Amien tegas menolak mendukung bakal calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia juga berharap Megawati Soekarnoputri tak mengusung Ahok. “Mudah-mudahan partai-partai itu merespons dengan positif,” kata Amien di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (18/9).Meski demikian, mantan ketua MPR ini menegaskan apabila nantinya PDI Perjuangan dan partai-partai lain pada akhirnya menjadi pengusung Ahok, dia tak akan gentar untuk tetap menolak Ahok melenggang kembali sebagai gubernur.”Saya kira ini masalah krusial dan masih ada faktor menunggu Ibu Megawati juga. Jadi di sini memang keseimbangan ada di PDIP. PDIP pemegang keseimbangan karena 28 kursi. Namun demikian, kita di sini akan terus melangkah dengan mantap kita berikhtiar. Tidak boleh takut misal salah satu tokoh mengambil jalan di luar dugaan, kita tetap jalan terus,” tegasnya.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!