Penyuap Irman Gusman Jadi penyalur Gula di Padang Mitra Bulog

redaksi.co.id - Penyuap Irman Gusman Jadi penyalur Gula di Padang Mitra Bulog Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono buka-bukan soal CV Semesta Berjaya,...

17 0

redaksi.co.id – Penyuap Irman Gusman Jadi penyalur Gula di Padang Mitra Bulog

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Bulog, Wahyu Suparyono buka-bukan soal CV Semesta Berjaya, yang terlibat dalam dugaan suap kepada Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman. CV Semesta Berjaya ternyata mitra atau distributor Perum Bulog dalam menyalurkan gula.

“CV SB adalah salah satu mitra penyalur gula Perum Bulog yang berdomisili di Padang, Sumatera Barat,” kata Wahyu, Senin (19/9).

Meski menjadi mitra kerja, Wahyu memastikan CV Semesta Berjaya tidak terkait dengan kegiatan importasi gula yang dilakukan Perum Bulog. Apalagi, CV Semesta Berjaya baru menjadi penyalur gula impor sejak beberapa bulan terakhir.

“Pada awal Juli lah mereka mengajukan dan melakukan verifikasi dari tim yang ada di Sumatera Barat,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, untuk menjadi distributor Bulog tidak harus melalui proses tender. Siapa saja bisa menjadi distributor Bulog bila memenuhi perseyaratan yang ditetapkan Bulog.

Syarat yang ditentukan Bulog antara lain wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak karena berhubungan dengan pajak, wajib memiliki Surat izin usaha perdagangan, memiliki infrastruktur dalam bentuk pergudangan dan memiliki kendaraan untuk pendistribusian gula.

Selain itu, distributor juga wajib melaporkan secara lengkap jaringan penjualan mereka dan harus berkomitmen menjaga harga gula sesuai dengan permintaan Bulog yakni Rp 12.500 per kilogram (kg).

Kepala Divisi Regional (Kadivre) masing-masing daerah bertugas melakukan verifikasi terkait persyaratan ini ke masing-masing distributor, kemudian Kadivre ini melaporkan ke kantor pusat.

Bukan hanya itu, penentuan kuota penjualan Bulog ke masing-masing distributor juga ditentukan berdasarkan volume produk yang dijual dan jumlah penjual di suatu daerah. Itu ditentukan oleh Kadivre atau Subdivre masing-masing daerah.

“Kita punya SOP yang sudah ditetapkan di internal kami termasuk dalam rangka menunjuk mitra penyalur kami,” urainya.

“Ketentuan itulah yang menjadi pedoman dasar penetapan satu perusahaan itu menjadi mitra penyalur atau tidak,” tambah dia.

Bulog sendiri memiliki 57 mitra yang menjadi penyalur gula di seluruh Indonesia, salah satunya adalah CV Semesta Berjaya yang saat ini sedang tersangkut kasus hukum yang diduga terkait dengan pengurusan kuota gula impor yang diberikan oleh Bulog kepada CV Semesta Berjaya di tahun 2016 untuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Menyangkut penentuan kuota gula kepada distributor, Bulog memastiskan hal itu ditentukan laporan sub divisi regional atau divisi regional masing-masing wilayah.

“Pengaturan kuotanya sebenarnya diserahkan ke Subdivre atau Divre kami di daerah masing-masing,” paparnya seraya menambahkan, penentuan kuota distribusi memperhitungkan jumlah yang akan didistribusikan dan jumlah distributor di wilayah tersebut.

“Itu saja pertimbangannya,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti membantah keterlibatan CV Semesta Berjaya maupun Irman Gusman dalam proses impor gula Bulog. “Yang bersangkutan tidak ada hubungannya dengan proses importasi,” ucap Djarot.

Menurutnya, CV Semesta Berjaya kemungkinan besar merupakan mitra Bulog dalam penyaluran gula ke daerah. Selama ini dalam menstabilkan harga, Bulog kerap bekerja sama dengan pedagang lokal yang memiliki jaringan distribusi.

“Seingat saya, CV SB pernah ikut mendistribusikan gula untuk wilayah Sumbar (Sumatera Barat), tapi harus dipastikan lagi,” imbuhnya.

Usai operasi tangkap tangan yang menyeret Irman Gusman, Bulog menyerahkan sepenuhnya kepada KPK. “Perum Bulog menghormati dan mendukung KPK untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas,” kata Wahyu.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap IG terkait kuota impor gula. Kuota impor gula tersebut, didapat PT CVSB pada tahun 2016 dari Bulog untuk daerah Sumatera Barat (Sumbar).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap IG pada Jumat 16 September 2016. IG terjaring OTT di kediamannya, bersama dua pengusaha dan istri dari salah satu pengusaha.

“Dalam OTT mengamankan empat orang, yaitu saudara XXS, dirut CVSB, istri XXS, saudari MMI, adik XXS saudara WS dan bapak IG,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, dalam keterangan resminya di KPK, Jakarta, Sabtu (17/9) kemarin. (tribunnews/fajar pratama/kompas.com/kontan)

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!