Ciuman Barbel Deni Berbuah Emas di PON Jabar

redaksi.co.id - Ciuman Barbel Deni Berbuah Emas di PON Jabar Lifter Jawa Barat, Deni, mengalahkan seniornya di pelatnas, Triyatnodi ajang PON 2016 Jawa Barat, Rabu (21/9/2016)....

23 0

redaksi.co.id – Ciuman Barbel Deni Berbuah Emas di PON Jabar

Lifter Jawa Barat, Deni, mengalahkan seniornya di pelatnas, Triyatnodi ajang PON 2016 Jawa Barat, Rabu (21/9/2016). Ciuman Barbel Deni kali di PON 2016 berbuah emas dalam pertandingan kelas 69kg putra dalam laga diGORSabilulungan, Stadion JalakHarupat.

Pada Olimpiade 2016 lalu, Deniatraktif di kelas 77 kg. Selain mengangkat beban, dia juga melemparkan senyum ke arah penonton. Meski gagal meraih medali dan hanya menempati peringkat lima, Denimendadak jadi artis. Para penonton berebut foto bersama.

Kini di ajang PON, atlet Jawa Barat ini berhasil mempersembahkan medali emas untuk kontingen Jabar. Setelah memastikan meraih emas, Deni mencium barbel. Sama seperti yang dilakukan pada Olimpiade 2016. Total angkatan Deni mencapai 328kg.

Teriakan penonton, menurut Denimenjadi motivasi sendiri. Menurut Deni, ini pertama kali dia mengalahkan Triyatno, atlet yang membela KalimantanTimur. Bersama Triyatno, Denimewakili Indonesia di Olimpiade 2016.

Diabahagia bisa mengalahkan rekannyaitu, termasuk ketika latihan.”Saya tidak pernah mengalahkan Triyatno ketika latihan. Ini pertama kali,” ujar Denidalam jumpa pers setelah pertandingan.

Atlet angkat besi kelahiran Bogor 27 tahun lalu ini memulai persiapan PON pada 1 September 2016. “Persiapan sebenarnya baru mulai tanggal 1 September kemarin, karena istri saya sakit,” ujar Deni dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Selain merebut emas, Deniberhasil memecahkan rekor PON milik Triyatnountuk angkatan cleanandjerk. Angkatan terbaik clean and jerk mencapai 183kg, rekor sebelumnya 179kg. Soal angkatan, dia tidak memasang target “Dari awal enggak target angkatan berapa, ikut kata pelatih saja tadi,” ungkapnya.

“Tadi banyak pendukungnya dari Jawa Barat. Saya kalau banyak yang nyorakin tambah semangat,” kata atlet berusia 27 tahun ini.

Sementara itu, raihan medali perak Triyatno di PON Jabar menambah rapor merah dirinya.

Sebelumnya, di Olimpiade Rio 2016, Triyatno gagal membawa pulang medali, padahal dua Olimpiade terdahulu, dia selalu meraih medali.”Cedera belum pulih dari sebelum Olimpiade. Pencapaian turun karena cedera. Dapat perak di PON sudah puas,” kata Triyatno.

“Sekarang butuh pemulihan. Kaki saya butuh latihan lagi. Setelah ini fokus pemulihan agar siap saat main di SEA Games 2017,” jelas dia.

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!