Menperin: Bogor Bisa Jadi Kota Termacet di Dunia

redaksi.co.id - Menperin: Bogor Bisa Jadi Kota Termacet di Dunia Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto memprediksi Bogorberpotensi menjadi kota paling macetdi duniajika maraknya pengembangan industri padat...

38 0

redaksi.co.id – Menperin: Bogor Bisa Jadi Kota Termacet di Dunia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto memprediksi Bogorberpotensi menjadi kota paling macetdi duniajika maraknya pengembangan industri padat karya di Jawa Barat (Jabar)Bagian Selatan tidak diiringi pembangunan infrastruktur. Saat ini,Bogor sudah dinobatkan sebagai kota lalu lintas terburuk kedua didunia versiaplikasi Waze.

Hal ini disampaikan Menperin Airlangga saat menghadiri RakornasBidang Perindustrian dan Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di HotelBidakara, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Pemerintah tengah mendorong peningkatan konsumsi masyarakatdan penciptaan lapangan kerja dengan mengembangkan sektor industripadat karya. Dalam industri ini, Airlangga bilang, Indonesia masihmemiliki daya saing dengan negara lain.

“Industri padat karya, seperti elektronik, tekstil, garmen, sektoraneka, alas kaki, serta usaha kecil dan menengah (UKM), kita masihpunya daya saing,” terang Airlangga.

Pengembangan sektor industri padat karya, katanya, harus didorong dikawasan yang tepat. Lebih jauh dijelaskan Airlangga, industri padatkarya kini secara alami bergeser dari Jabar bagian utara menuju Jabar bagian selatan dan kemudian merambah ke Jawa Tengah, sehingga perludibuat kawasan industri di Provinsi tersebut.

“Tadi saya bicara dengan Gubernur Jabar, perlu mendorong infrastrukturdi Jabar bagian selatan. Kalau tidak terbentuk infrastrukturnya, Bogoryang menjadi pusat dari wilayah bagian tersebut bukan hanya menjadikota paling macetnomor dua di dunia, tapi bisa nomor satu di dunia dan diplanet ini. Jadi harus ada terobosan,” paparnya.

Tutur Airlangga, kawasan industri lain yang sudah siap menerimamasuknya investasi di Sumatra, yakni Dumai untuk industri turunanoleochemical. Pemerintah sudah membahas dengan Malaysia dalampembentukan OPEC khusus minyak sawit.

“Perlu kawasan industri untuk mendukung OPEC-nya minyak sawit ini,yakni di Sei Mangkei, Dumai, dan Bontang. Tapi yang sudah siap diDumai. Ada kawasan lain yang sudah siap, yaitu Berau dan jika sudahsiap kita akan dahulukan sehingga pabrik oleochemical bisa siap di2019,” jelasnya. (Fik/Gdn)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!