Kembalinya Mario Balotelli, Apa yang Membuatnya Bangkit?

redaksi.co.id - Kembalinya Mario Balotelli, Apa yang Membuatnya Bangkit? Banyak yang terkejut oleh pilihan yang diambil Mario Balotelli, 26 tahun, saat dirinya memutuskan bergabung dengan Nice...

21 0

redaksi.co.id – Kembalinya Mario Balotelli, Apa yang Membuatnya Bangkit?

Banyak yang terkejut oleh pilihan yang diambil Mario Balotelli, 26 tahun, saat dirinya memutuskan bergabung dengan Nice ketimbang Lyon. Padahal, bersama Lyon, dia punya kesempatan untuk tampil di Liga Champions. Jean-Michel Aulas (Presiden Lyon) sempat menginginkan Balotelli, kata Presiden Klub Nice, Jean-Pierre Rivere, mengungkap hal tersebut.

Rupanya, selain karena di Nice dia bisa mendapatkan kesempatan bermain, ada kejutan yang disiapkan Balotelli untuk klub barunya itu. Pelatih Nice, Lucien Favre, pun langsung tersengat oleh penampilan Balotelli pada awal musim Liga Prancis kali ini.

Balopanggilannyamemang fenomenal. Dia sudah mencetak empat gol untuk klub barunya. Dia menjadi top scorer ketiga di Liga Prancis di belakang Mevluet Erdinc (Metz), yang mencetak 5 gol, serta pemuncak gol terbanyak Alexandre Lacazette (Lyon) dan Edinson Cavani (Paris St-Germain), yang punya koleksi sebanyak 6 gol.

Tentu saja hal ini merupakan satu catatan yang sulit dipercaya bila dibandingkan dengan pencapaian di beberapa klub sebelumnya. Di dua klub sebelumnya, dia hanya mencetak 1 gol bersama Liverpool di 16 laga Liga Primer dan gol yang sama dibuat bersama AC Milan dalam 20 laga di Seri A.

Saya benar-benar tak menyangka, kata Lucien Favre setelah klubnya mengalahkan klub Monaco 4-2. Balotelli mencetak dua gol dari seluruh gol kemenangan itu.

Dengan kemenangan tersebut, kini Nice bertengger di puncak klasemen dengan perolehan nilai sebanyak 14 poin dari 6 pertandingan. Mereka berhasil mengangkangi juara Ligue-1 empat kali berturut-turut Paris St-Germain.

Setelah mengalami tahun-tahun yang sulit, pemulihan menjadi kunci utama baginya untuk kembali ke puncak permainannya. Sedikit demi sedikit kami berupaya membantu dia menjadi lebih kuat, kata Favre.

Perjalanan karier Balotelli lebih mengerikan ketimbang roller coaster. Beda dengan kereta yang berjalan cepat menelusuri jalur naik dan turun itu, bekas pemain Inter Milan ini lebih banyak berkubang di dasar dalam perjalanan karir. Setelah naik, dia langsung nyungsep.

Di Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina, Mario Balotelli membius dunia dengan penampilannya yang sangat ciamik, terutama aksinya di semifinal ketika mengalahkan Jerman. Satu gol dari sepakan keras yang kemudian dilanjutkan dengan selebrasi membuka kaus dan memamerkan otot-otot perutnya menjadi pemandangan ikonik dari turnamen itu.

Namun kehebatan itu tak berlangsung lama. Di final, Italia dihajar Spanyol dengan skor telak 4-0. Balotelli pun sedih bukan main. Dia meneteskan air mata di lapangan meratapi kekalahan yang tak disangka-sangkanya itu.

Air mata yang ternyata tak berkesudahan. Kembali ke klubnya, Manchester City, penampilannya tak lantas membaik. Malah menjadi-jadi. Dia tidak hanya buruk di lapangan, tapi juga menyulut pertengkaran dengan sang pelatih, Roberto Manciniyang membawanya dari Inter Milan pada 2011.

Berkali-kali keduanya terlibat perseteruan akibat tindakan indisiplinersalah satunya karena kebiasaan merokoknya. Namun Mancini tetap menerimanya sebagai pemain yang bisa diandalkan.

Masalahnya karena dia masih muda, dia bisa saja berbuat kesalahan. Dia Mario, dia gila tapi saya menyayanginya karena sebenarnya dia anak yang baik, tuturnya.

Tapi kesabaran Mancini habis juga. Balotelli kemudian dijatuhi hukuman dikurangi gaji selama dua pekan. Inilah yang membuat dia dilepas ke AC Milan. Di sana dia gagal bersinar. Bahkan Silvio Berlusconi menyebutnya sebagai apel busuk.

Namun Balotelli adalah pemain yang sangat berbakat. Tak aneh bila dia dijuluki Super Mario. Pelatih mana pun tahu soal itu. Tak terkecuali Brendan Rodgers, pelatih Liverpool yang memboyongnya ke Anfield.

Persoalannya adalah menumbuhkan lagi kepercayaan dirinya, yang tak bisa dilakukan. Balotelli menyia-nyiakan bakat besar, kata seorang komentator sepak bola ketika itu.

Ketimbang menjadi bintang, dia malah menjadi duri bagi tim. Dari Liverpool, dia dikembalikan ke AC Milan sebagai pemain pinjaman. Saat masa pinjamannya habis, pelatih baru Liverpool, Juergen Klopp, tak mau memakainya. Terserah apa yang akan dia lakukan, katanya.

Saat itulah Balotelli terjerembap ke dalam jurang terdalam dalam perjalanan kariernya. Bukan hanya tak mendapat tempat di Liverpool, dia juga terancam tak punya klub sampai akhirnya Nice menampungnya di saat-saat akhir menjelang deadline bursa transfer.

Adakah pencapaian di Prancis pertanda dia bangkit dan menuju kehebatannya? Tak ada yang bisa menjamin. Saat dijual City ke AC Milan, dia juga tampil sempurna di awal-awal kepindahannya hingga akhirnya Liverpool, yang baru saja kehilangan Luis Suarez, membelinya dengan harga 16 juta pound. Namun, setelah itu, Balotelli kembali melempem.

Yang jelas, kini Balotelli tengah menganyam kembali benang-benang kehebatannya yang sudah hilang. Menurut dia, keberadaannya di Liverpool-lah yang membuat kemampuannya menurun. Keputusan yang paling buruk yang pernah saya lakukan adalah bergabung dengan Liverpool, ucapnya.

Mino Raiola, sang agen, ikut menimpali. Menurut dia, dua pelatih Liverpool-lah, yakni Rodgers dan Klopp, yang membuat kliennya tampil buruk berkepanjangan.

Klopp tidak pernah menaruh respek kepada Mario. Padahal dia tetap berlatih dan meminta agar diturunkan dalam laga friendly. Tapi Klopp tak pernah memberikan kesempatan itu, katanya. Dia tidak pernah mempertimbangkan Mario dalam 60 hari.

Nah, adakah dendam yang membara di hati Balotelli terhadap perlakuan yang diterimanya di Liverpool yang membuatnya kini tampil hebat? Bisa jadi. Dengan kata lain, dia ingin membungkam orang-orang yang melecehkannya dengan gol-golnya untuk Nice.

Bila hal itu yang jadi penyebabnya, tugas pelatih Nice, Lucien Favre, untuk menggenjot kembali kehebatannya tentu lebih mudah. Kami tahu masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengannya. Kami berharap dia tetap akan tampil seperti sekarang. Dengan begitu, dia bisa mendapatkan kembali kehebatannya, katanya. .

Perjalanan Mario Balotelli di Nice masih panjang. Pekan-pekan mendatang akan menjadi jawaban apakah dia benar-benar bangkit atau kembali terpuruk.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!