5 Cara Mengatur Anggaran Keuangan

88

redaksi.co.id – 5 Cara Mengatur Anggaran Keuangan

Seseorang membutuhkan sebuah anggaran. Anda membutuhkan anggaran untuk alokasi menabung dan membelanjakan uang. Anda pun benar-benar membutuhkan anggaran jika Anda ingin keluar dari utang.

Bila Anda tidak memiliki anggaran, maka Anda akan berpikir dan ragu kemana saja uang itu sudah pergi, dan Anda pun tak akan pernah cukup. Hal ini pun belum menjadi perhatian masyarakat. Bahkan berdasarkan data Gallup, lebih dari dua pertiga masyarakat Amerika Serikat (AS) tidak memiliki anggaran.

“Yang membedakan seseorang memiliki keuangan dan tidak dilihat dari sebuah anggaran. Dengan sebuah anggaran akan membantu Anda untuk menulis utang, simpanan pensiun, dana darurat dan lainnya. Selain itu membayar barang yang Anda inginkan dan butuhkan,” ujar Scott Carty, Presiden DC Capital Management seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ingin tahu bagaimana mengatur anggaran? Berikut sejumlah langkah untuk membuat anggaran:

1. Membuat tujuan

Meski itu didorong atau memang sudah direncanakan, sangat berat untuk pergi ke suatu tempat tanpa mengetahui tujuannya. Hal itu disampaikan Kevin Gallegos, Vice President of Phoenix Operations. Karena itu pentingnya menulis prioritas termasuk tujuan keuangan.

Di secarik kertas, Anda dapat menulis tujuan dan memastikan prioritas tersebut antara lain:

-Melunasi utang yang memiliki bunga tinggi seperti kartu kredit

-Menyimpan dana untuk pensiun (sekitar 10 persen atau lebih dari pendapatan Anda)

-Menyiapkan dana darurat

Kemudian Anda dapat berpikir untuk siapkan peruntukkan dana lainnya antara lain liburan, dan renovasi rumah. Bagi Anda yang sudah memiliki pasangan sebaiknya mengajak pasangan Anda untuk diskusi soal keuangan dalam proses membuat anggaran.

2. Tahu pengeluaran uang bulanan

Ada dua cara untuk mengetahui kemana saja uang yang dihabiskan selama sebulan. Keduanya bertujuan untuk tahu berapa banyak uang yang dihabiskan dalam sebulan dan hal apa saja yang Anda belanjakan.

Pertama, Anda mengumpulkan bukti atau pengeluaran Anda dalam beberapa bulan antara lain tagihan, kartu kredit, dan debit, serta pinjaman lainnya. Dari bukti seperti rekening koran itu maka Anda dapat total seberapa banyak dana yang dihabiskan dalam beberapa bulan.

Mungkin bagi sebagian seseorang sulit. Anda memilih bayar tunai, dan tidak menyimpan bukti pembayaran. Bila kasus seperti itu maka Anda sebaiknya langsung menuliskan dana atau uang telah dihabiskan dalam beberapa bulan di sebuah buku catatan dan ponsel.

“Menulis setiap uang yang keluar dari dompet Anda harus dihitung. Dengan informasi yang sudah dicatat setiap bulan maka dapat mengetahui uang yang dihabiskan,” ujar Mindy Jensen, Financial Blogger BiggerPockets.com.

Kedua, Anda juga dapat membuat catatan yang bukan bulanan namun cukup besar. Banyak ahli merekomendasikan untuk memecahkan tagihan dalam jumlah besar menjadi kecil agar Anda dapat anggarkan setiap bulan.

3. Tentukan pendapatan bulanan

Untuk mencari tahu seberapa banyak uang yang dibawa setiap bulan dengan mengumpulkan bukti tagihan, pembayaran tunjangan anak dan informasi lainnya yang menunjukkan pendapatan diperoleh.

Dari kumpulan bukti tagihan dan catatan pengeluaran maka Anda dapat menghitung apa yang disebut pendapatan bersih Anda usai dipotong pengeluaran.

4. Bandingkan pendapatan dengan pengeluaran, kemudian buat rencana

Jika pengeluaran Anda lebih besar dari pada pendapatan maka Anda berisiko mengambil utang. Jadi Anda mesti memangkas biaya yang tidak dibutuhkan. Anda dapat pangkas biaya makan malam di luar, dan menunda waktu liburan, hingga berhenti untuk beli kopi di kafe dan rutinitas yang buat boros.

Sejumlah ahli malah rekomendasikan untuk menghentikan kebiasaan mahal Anda setiap pekan. Ketika Anda sudah mampu membayar keuangan mulai dari utang, perumahan, transportasi dan biaya kesehatan maka Anda pun akan mulai untuk membayar tujuan keuangan Anda seperti menyimpan dana untuk pensiun dan dana darurat.

5. Konsisten

Jika Anda memiliki cukup uang setiap bulan untuk membiayai pengeluaran mulai dari bayar utang, menabung, maka Anda harus melanjutkan hal itu sesuai yang sudah dianggarkan tiap bulan.

Ingat untuk mencatat apa yang sudah dibelanjakan setiap bulan bisa di buku catatan, dan ponsel. Kemudian review uang yang sudah dibelanjakan setiap minggu untuk memastikan kalau Anda tetap berada di jalur sama.

Jika Anda masih menghadapi pengeluaran lebih besar maka mulai pegang uang tunai. Setiap minggu ambil uang tunai yang diperlukan untuk biaya yang perlu dikeluarkan. Jauhkan kartu kredit dan debit dari pandangan Anda. (Ahm/Ndw)

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!