Do Won Chang, Penjual Bensin yang Ubah Nasib Jadi Miliarder

redaksi.co.id - Do Won Chang, Penjual Bensin yang Ubah Nasib Jadi Miliarder Don Won Chang tidak pernah menyangka nasibnya bisa berubah seperti sekarang ini. Sebelum bisa...

15 0

redaksi.co.id – Do Won Chang, Penjual Bensin yang Ubah Nasib Jadi Miliarder

Don Won Chang tidak pernah menyangka nasibnya bisa berubah seperti sekarang ini. Sebelum bisa mereguk manisnya kesuksesan, Do Won Chang harus meniti semua perjuangannya dari bawah. Pria asal Korea Selatan ini merupakan satu dari orang terkaya yang bisa masuk ke dalam daftar miliarder versi Forbes.

Melansir laman Business Insider, Senin (26/9/2016), berbekal nekat Don Wo Chang dan istrinya pindah ke Amerika Serikat untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Pasangan suami istri ini mendarat di California tanpa bekal persiapan yang matang. Mereka bukanlah lulusan perguruan tinggi dan tidak bisa berbahasa Inggris.

Alhasil, mereka pun harus bekerja serabutan demi menyambung hidup. Berbagai pekerjaan pun dilakukannya. Mulai dari menjadi petugas kebersihan, penjual kopi hingga jualan bensin. Pekerjaan tersebut harus dilakukannya selama tiga tahun terakhir.

Hingga akhirnya, ia memperhatikan sesuatu yang mengubah pandangannya. Ia menyadari bahwa banyak orang kaya yang mampu mereguk sukses lewat bisnis di bidang pakaian.

Alhasil, ia pun akhirnya membuka sebuah toko pakaian di Los Angeles pada 1984. Toko tersebut ia namakan Fashion21. Berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang banyak menuai gagal, di tahun pertama tokonya mampu mendapat rekor penjualan hingga US$ 700 ribu.

Mereka kemudian melebarkan pasar untuk kalangan remaja. Target pasar ini disasar karena kebutuhan fashion mereka cukup tinggi. Strateginya adalah menjual barang berkualitas dengan harga relatif murah.

Setelah titik awal yang baik ini, mereka memulai membuka toko baru setiap enam bulan sekali dan akhirnya berganti nama menjadi Forever 21.

Saat ini Do Won Chong memiliki 480 toko di bawah bendera The Forever 21, XXI Forever, ForLove 21, dan Heritage 1981. Jaringannya tersebar di 15 negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Asia, Timur Tengah dan Inggris.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!