Ini Alasan Mario Teguh Ogah Bertemu Kiswinar dan Deddy Corbuzier dalam Siaran Publik

redaksi.co.id - Ini Alasan Mario Teguh Ogah Bertemu Kiswinar dan Deddy Corbuzier dalam Siaran Publik Pihak Mario Teguh, melalui pengacara Vidi Galenso Syarief, tak merespon positif...

20 0

redaksi.co.id – Ini Alasan Mario Teguh Ogah Bertemu Kiswinar dan Deddy Corbuzier dalam Siaran Publik

Pihak Mario Teguh, melalui pengacara Vidi Galenso Syarief, tak merespon positif ajakan presenter Deddy Corbuzier dan kuasa hukumnya, Hotman Paris, untuk bertemu bersama Ario Kiswinar Teguh dan sang kuasa hukum dalam tayangan televisi.

Vidi mengatakan pihaknya tak bersedia jika diundang ke acara Deddy.

Demikian pula sebaliknya, menurut Vidi, kliennya enggan mengundang Deddy dan Kiswinar untuk bertemu dalam acara yang dipandunya.

Apa pun itu, selama bersifat publik, pihak Mario kekeuh tak akan menghadirinya.

Pasalnya, sejak awal pun, pihak Mario menginginkan pertemuan yang bersifat privat.

“Ya, ini kan kasus privat. Masalah privat,” ujar Vidi dengan nada emosi ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (27/9/2016), mengenai alasan pihak Mario enggan menyambut baik ajakan Deddy untuk bertemu.

Ketika ditanya bagaimana jika Deddy yang datang ke acara yang dipandu Mario, Vidi menjawab, “Kok, acara, sih? Kalau acara, publik lagi, dong. Nggak bisa, dong.”

Namun, Deddy tak bersedia menghadiri pertemuan tertutup lantaran masalah ini telah telanjur diketahui publik.

Menurut Deddy, penyelesaiannya pun harus dilakukan secara terbuka agar publik mengerti.

Pasalnya, biar bagaimana pun, Mario adalah seorang public figure.

Seperti yang telah diberitakan, ketika ditemui pada Senin (26/9/2016), Deddy, melalui media, mengajak Mario beserta kuasa hukumnya untuk bersama-sama bertemu Kiswinar, ibunya, dan kuasa hukum.

“Makanya, supaya semuanya clear, ketemu aja bareng. Saya, Bang Hotman (Paris), Pak Mario Teguh dengan kuasa hukumnya, Kiswinar dan kuasa hukumnya, juga ibunya. Yuk, ketemu. Karena begini, seorang public figure harus memiliki tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Apa yang dikatakan itu diingat oleh masyarakat. Sekarang, yuk, buktikan kata Anda yang suci tersebut sama seperti perilaku Anda sehari-hari. Kalau Anda bisa buktikan, beres masalahnya,” tutur Deddy saat itu.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!