5 Kekalahan dengan Skor Besar Timnas Indonesia

redaksi.co.id - 5 Kekalahan dengan Skor Besar Timnas Indonesia Timnas Indonesiakerap menelan kekalahan saat melakoni pertandingan di pentas internasional. Bahkan, beberapa kekalahan yang dialami Tim Merah...

40 0

redaksi.co.id – 5 Kekalahan dengan Skor Besar Timnas Indonesia

Timnas Indonesiakerap menelan kekalahan saat melakoni pertandingan di pentas internasional. Bahkan, beberapa kekalahan yang dialami Tim Merah Putih dari tim lawan terjadi dengan skor telak.

Salah satu yang paling menyita perhatian tentu kekalahan telak 0-10 dari Bahrain pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014. Kala itu, Timnas Indonesia diarsiteki oleh Aji Santoso, yang menggantikan sosok Wim Rijsbergen.i

Wim diminta mundur karena rentetan hasil buruk yang didapat Indonesia di sepanjang fase kualifikasi. Pelatih asal Belanda tersebut berkilah pencapaian buruk Tim Merah-Putih karena ia tidak punya kebebasan memilih pemain sendiri. Komposi pemain sudah disodorkan PSSI, yang kala itu dipimpin oleh duet Djohar Arifin dan Farid Rahman.

Selain kekalahan dari Bahrain, Timnas Indonesia juga mengalami beberapa kekalahan telak lainnya. Berikut daftar 5 kekalahan Timnas Indonesia dengan skor mencolok di pentas internasional:

Kekalahan dengan skor mencolok pertama kali dialami Timnas Indonesiapada 1974. Ketika itu, Timnas Indonesia yang sedang melakoni tur ke Eropa harus menerima kenyataan pahit kalah dengan skor telak kala dijamu Denmark, 3 September 1974.

Tim Merah Putih yang kala itu diarsiteki Aang Witarsa harus mengakui keperkasaan tuan rumah usai kebobolan 9 gol tanpa balas. Pertandingan uji coba antara kedua tim berlangsung di Kopenhagen.

Timnas Indonesia harus menerima kenyataan kalah telak 0-7 dari Thailand di semifinal SEA Games 1985. Kekalahan itu sekaligus memupus asa tim asuhan Bertje Matulapelwa untuk melangkah ke partai puncak.

Kala itu, seperti dimuat di koran The Strait Times, lini belakang Tim Merah Putih tampil sangat buruk dalam yang berlangsung di Stadion Nasional, Bangkok. Bahkan, gawang Timnas Indonesia yang dikawal, Agus Waluyo sudah kebobolan 4 gol saat laga baru berjalan 30 menit.

Setelah itu, Timnas Indonesia yang diperkuat pemain sekelas Herry Kiswanto, Ashari Rangkuti, Ajat Sudrajat hingga Noah Meriem kembali kebobolan 3 gol di sisa waktu pertandingan. Timnas Indonesia pun akhirnya kalah dengan skor telak 0-7.

Kekalahan telak juga dialami Indonesia kala bersua Suriah pada babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2010. Timnas Indonesia yang diarsiteki pelatih asal Bulgaria, Ivan Venkov Kolev kalah 0-7 pada laga yang berlangsung di Stadion Aleppo, 18 November 2007.

Pada leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2010 ini, Kolev memainkan beberapa pemain muda yang diproyeksikan untuk SEA Games 2007, salah satunya kiper Dian Agus Prasetyo. Sayang, hasilnya tidak terlalu menggembirakan bagi Tim Merah Putih.

Hasil minor usai kalah dengan skor 0-7 itu sekaligus menghentikan langkah Indonesia untuk melaju ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2010. Maklum, pada leg pertama Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Suriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 9 November 2007.

Ketika itu, satu-satunya gol Tim Merah Putih ke gawang Suriah dicetak pemain yang dikenal dengan julukan Si Ular Piton, Budi Sudarsono pada menit ke-39. Sementara empat gol kemenangan Suriah diceploskan Feras Esmaeel, Mohamed Al Zeno, Zyad Chaabo, dan Raja Rafe.

Kekalahan dengan skor telak kembali dialami Indonesia saat beruji coba dengan Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 8 November 2010. Timnas Indonesia yang diperkuat para pemain terbaik harus mengakui keunggulan Uruguay dengan skor telak 1-7.

Meski sempat unggul lebih dahulu melalui Boaz Solossa, Uruguay membuktikan bahwa kelas mereka masih jauh di atas Indonesia. Terbukti, pasca gol dari striker Persipura Jayapura itu, La Celestemampu tujuh kali membobol gawang Indonesia yang dikawal Markus Horison.

Pada laga ini, gol-gol kemenangan Uruguay yang diarsiteki Oscar Tabarez tercipta berkat hat-trick dari dua penyerang yang kini begitu ditakuti di Eropa, Edinson Cavani dan Luis Suarez. Sementara satu gol lainnya dicetak gelandang, Sebastian Eguren.

29 Februari 2012 menjadi hari yang menyedihkan bagi sepak bola Indonesia. Tepat di hari tersebut, Timnas Indonesia mencatat sejarah kelam usai menelan kekalahan terbesar sepanjang sejarah gara-gara takluk 0-10 dari Bahrain.

Kekalahan memalukan itu terjadi saat Tim Merah Putih melakoni laga terakhir babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014. Timnas Indonesia sendiri hanya memakai pemain dari kompetisi Indonesia Premier League karena dualisme kompetisi yang sedang melanda Indonesia.

Maka wajar, jika Timnas Indonesia yang diarsiteki Aji Santoso tak berdaya menghadapi gempuran tuan rumah. Apalagi, Tim Merah Putih juga harus bermain dengan 10 orang setelah penjaga gawang, Samsidar diusir wasit saat laga baru berjalan tiga menit.

Kekalahan terbesar sepanjang sejarah bagi Timnas Indonesia ini juga menjadi pemberitaan besar di Indonesia. Namun, banyak pihak yang membela Aji karena sang pelatih hanya mempersiapkan tim dalam waktu singkat dan tidak bisa memakai para pemain terbaik yang dimiliki Indonesia.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!