Fenomena Raffi Ahmad, Dipuja dan Dihujat

93

redaksi.co.id – Fenomena Raffi Ahmad, Dipuja dan Dihujat

RaffiAhmadadalah fenomena. Perjalanan kariernya begitu berwarna seperti sorotan masyarakat pada kehidupan pribadinya. Eksis di dunia akting saat umur belum genap 17 tahun, dari Bandung RaffiAhmadmencoba mengadu nasib sebagai artis muda sekaligus tulang punggung keluarga.

Menyusul meninggalnya sang ayah, Munawar Ahmad yang berdarah Pakistan, Raffi Ahmad menjelma sebagai kepala rumah tangga pencari nafkah bagi ibu dan dua adik perempuannya. Raffiremaja harus rela bolak-balik Jakarta-Bandung untuk menjalankan sekolah sekaligus kariernya sebagai artis muda di Ibu Kota.

Dalam bahasa spiritual agaknya lantaran tugas mulia itulah, Raffi Ahmad boleh dibilang tak pernah sepi job.

Wajah tampan, pembawaan riang, sekaligus punya kemampuan menghayati peran dengan baik membuat RaffiAhmadbukan saja ditawari beragam judul film dan sinetron. Sejak beberapa tahun Raffi belakangan justru dikenal sebagai presenter televisi dengan bayaran mahal. Fenomena RaffiAhmadpun terjadi.

Dalam satu hari pria kelahiran Bandung, 17 Februari 1987, bisa hadir di beberapa stasiun televisi sebagai bintang utama acara live. Mulai acara musik, liveentertainment, kuis hingga berakting di sebuah judul FTV. Tak heran, pundi-pundi rupiah RaffiAhmad pun menggelembung. Disebut-sebut dalam setahun puluhan miliar bisa diraih RaffiAhmadsebagai nilai pendapatan dari berbagai kontrak kerja.

Sulung dari tiga bersaudara ini disebut-sebut sebagai artis muda berpenghasilan tinggi, lima tahun terakhir.

Namun, popularitas dan gosip pada diri artis seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Gemerincing rupiah dan juga sederet penghargaan sebagai artis yang ngetop, diiringi pula dengan sorotan kehidupan asmara yang kencang hingga tersandung masalah hukum. Siapa yang bisa lupa bagaimana panas dingin hubungan asmara Raffi dan YuniShara?

Atau, tentu Anda tentu masih ingat, beberapa tahun lalu RaffiAhmadtersandung masalah hukum yaitukepemilikan narkoba yang membuat Raffiharus mendekam di panti rehabilitasi Lido, Bogor, Jawa Barat, selama beberapa waktu. Kabarnya, untuk urusan hukum ini Raffiharus kehilangan sumber penghasilannya miliaran rupiah.

Manisnya kehidupan mulai dicecap RaffiAhmadsaat mempersuntingNagitaSlavina. Rekan sesamapesinetronitu rupanya bisa diyakini RaffiAhmaduntuk sama-sama naik ke pelaminan. Padahal, saat itu RaffiAhmadkadung dicap sebagai playboy. Namun, jodoh orang siapa yang tahu?

Rupanya “surga dunia” itu tak lama dirasakan Raffi. Saat buah cinta mereka lahir, RafatharMalik Ahmad, muncullah gelombang itu. Baru seumur jagung usia perkawinan, tapi badai besar datang menghantam biduk rumah tangga. Apalagi kalau bukan isu kedekatan RaffiAhmaddan Ayu TingTing.

Beragam spekulasi yang muncul di media sosial sampai bisik-bisik di kalangan tertentu membuat isu Raffi-Nagita-Ayu menjadi tema paling “seksi” mengundang rasa penasaran masyarakat. Kekuatannya mungkin nyaris sama dengan rasa penasaran masyarakat tentang siapa sosok presiden yang akan terpilih atau isu nasional lain yang menyangkut kemaslahatan orang banyak.Raffi-Nagita-Ayu kadung menjadi isu nasional, selama beberapa bulan belakangan.

Dan, di sajian khusus tematikLiputan6.com, akhir pekan ini, kami sajikan untuk Anda gambaran fenomena itu. Selama dua hari, Sabtu (1/10/2016) dan Minggu (2/10/2016) kami sajikan enam artikel mendalam tentang sosok Raffi, termasuk beragam berita yang menyertai perjalanan kariernya.

Jatuh bangun RaffiAhmadsejatinyaadalah cerminan sosok muda yang sedang bertarung dengan nasib. Bagi para fans, Raffiadalah idola yang pantas dikagumi karena etos kerja dan komitmennyapada profesi. Namun, bagi para haters, bisa jadi sebaliknya.

Namun, siapa yang pantas menghakimi sesama? Karena hanya Tuhan yang tahu apa yang sudah kita perbuat meski di dunia ada norma sosial yang harus dihormati selain norma hukum dan agama. Dan, sebagai seorang artis yang menjadi sorotan, konsekuensi sebagai panutan masyarakat yang harus selalu menjaga tingkah polah, seharusnya diterima sebagai risiko pekerjaan dan tak perlu gusar.

Jadi, para idola hati-hatilah dalam melangkah dan bertingkah polah. Itu di luar niat yang lurus dan sempurnanya ikhtiar sang idola dalam berkarya karena Anda selalu jadi target sorot mata masyarakat.

(red/usland/argarito/RM)

loading...

Comments

comments!