Tottenham Vs Man City, Perang Besar Pochettino-Guardiola

redaksi.co.id - Tottenham Vs Man City, Perang Besar Pochettino-Guardiola Tottenham Hotspur akan menjamu Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris pada Ahad malam ini di White Hart...

23 0

redaksi.co.id – Tottenham Vs Man City, Perang Besar Pochettino-Guardiola

Tottenham Hotspur akan menjamu Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris pada Ahad malam ini di White Hart Lane, London. Mauricio Pochettino, Manajer Tottenham Hotspur, akan banyak belajar dari hasil seri yang diraih Celtic saat melawan Manchester City di Liga Champions.

Buku pintar itu tersaji di Celtic Park, Glasgow, Kamis dinihari lalu. Dalam pertandingan keduanya di Liga Champions, Manchester City ditahan tuan rumah Celtic 3-3. Mengejutkan, tentu saja. Sebelumnya, Celtic dibantai Barcelona 7-0. Melawan tim dengan pelatih Pep Guardiola dan materi pemain yang mentereng, di atas kertas, tuan rumah bisa mengalami nasib buruk untuk kedua kalinya.

Namun yang terjadi adalah City dikejutkan oleh permainan tuan rumah. Penyebabnya, Brendan Rodgers sang arsitek Celtic menerapkan pressing yang ketat. Hasilnya, untuk pertama kalinya Manchester City yang perkasa dalam sembilan pertandingan di Liga Primer, Piala Liga, dan Liga Champions hanya bisa berupaya mengatasi ketertinggalan. Di Celtic Park, City memang agak macet. Itu terjadi karena para pemain tuan rumah konsisten menekan pergerakan empat pemain belakang City.

Walhasil, persentase operan mereka anjlok hingga ke level 80 persen. Dalam laga sebelumnya, persentase operan City bisa mencapai 87 persen. Tak hanya itu, Celtic juga mempreteli peran Fernandinho. Si gundul dari Brasil itu mendapat tekanan keras. Akibatnya, jumlah operannya surut. Bahkan beberapa kali dia terlihat panik menghadapi tekanan tiada henti pemain lawan.

Dalam derby Manchester beberapa waktu lalu, taktik ini sebenarnya juga diterapkan pelatih United, Jose Mourinho. Pada babak kedua, Mourinho menginstruksikan Paul Pogba dan Marouane Fellaini agar lebih menekan. Tapi upaya itu tak berhasil. Mereka tak bisa mengatasi ketertinggalan dan kalah 1-2. Namun permainan United lebih hidup ketimbang pada babak sebelumnya, saat mereka bermain lebih ke dalam sehingga City bisa tampil dominan.

Permainan kami lebih baik di babak kedua, kata Mourinho kala itu. Dua tambahan pelajaran ini tentu akan sangat berguna bagi Mauricio Pochettino, Manajer Tottenham Hotspur, yang akan menjamu Manchester City pada Ahad malam ini di White Hart Lane, London. Pep bukanlah lawan yang asing buat Pochettino.

Saat menangani Espanyol di La Liga Spanyol pada 2009, dia pernah mengalahkan Pep yang ketika itu menangani Barcelona dengan skor 1-2. “Saya tidak tahu bagaimana kami bisa menang,” kata Pochettino tentang pertandingan itu. “Espanyol berada di dasar klasemen dan Barcelona di puncak. Semua orang bilang Espanyol tak punya kesempatan dan akan kalah. Itu adalah kemenangan yang spesial dan kenangan yang indah.

Bekal lengkap dimiliki Pochettino untuk mengulang cerita manis tujuh tahun lalu itu. Motivasinya tentu terpupuk. Apalagi laga Spurs melawan City tergolong bergengsi lantaran mempertemukan dua klub teratas di Liga Inggris. Hebatnya lagi, hingga pekan keenam, keduanya tercatat belum pernah kalah. Spurs, yang berada di peringkat kedua, kalah empat poin dibanding City akibat dua kali bermain imbang dalam pertandingan sebelumnya. Harry Kane memang belum bisa diturunkan. Dia masih dibekap cedera.

Namun Spurs masih memiliki pemain hebat lainnya, seperti Son Heung-min. Tulis ya, Son Heung-min sedang on-fire, kata Pochettino memuji pemain asal Korea Selatan yang menjadi penentu kemenangan Spurs atas CSKA Moskow, Selasa lalu, itu. Spurs boleh saja merasa di atas angin. Namun bukan Pep Guardiola kalau tidak belajar dari pengalaman. Kami tidak kalah. Anda akan belajar. Kini kami bersiap untuk menghadapi Spurs,” ujarnya. Apalagi dia punya kesempatan membuat cerita baru dalam perjalanan kariernya. Andai menang, dia akan menjadi manajer pertama yang memenangi tujuh pertandingan berturut-turut. TELEGRAPH|ESPN|GOAL | IRFAN

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!