Agus tanggapi isu dipaksa SBY maju Pilgub: Itu agak menyakitkan!

50

redaksi.co.id – Agus tanggapi isu dipaksa SBY maju Pilgub: Itu agak menyakitkan!

Koalisi Cikeas mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam Pilkada DKI tahun 2017.

Banyak yang menduga, Agus ‘dipaksa’ oleh ayahnya yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk meninggalkan karier militernya untuk terjun ke dunia politik. Namun, Agus menegaskan pilihan meninggalkan karier militer merupakan keputusan pribadi dan bukan paksaan dari SBY maupun dari ibunya, Ani Yudhoyono. “Sampai ada yang katakan pak SBY dan Ibu Ani tega sekali, itu agak menyakitkan. Tidak ada orangtua manapun yang ingin jerumuskan anaknya sendiri. Jadi keputusan itu walaupun berat dan dalam waktu pendek dan dramatis tapi itu keputusan saya sendiri,” kata Agus dalam jumpa pers di Cibubur, Jawa Barat, Senin (3/9). Bahkan, Agus mengaku usulan untuk mengusungnya sebagai calon gubernur DKI muncul dari tiga partai politik, yaitu PAN, PKB dan PPP. Dalam pertemuan ketiga partai dan SBY, dia mengaku saat itu SBY kaget kenapa nama anaknya yang diinginkan untuk maju. “Awal muncul nama saya berasal dari tiga partai politik tersebut. Pak SBY sama sekali tidak ada keluar kata-kata AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Malah dia kaget,” katanya. Meski mengaku siap meninggalkan karier militernya, Agus mengakui sempat galau setelah mengetahui namanya akan diusung sebagai Cagub DKI. Saat keempat pimpinan partai politik berkumpul di Cikeas, dia ditelepon oleh Ayahnya untuk menyampaikan bahwa keempat partai politik sepakat mengusungnya. Saat itu, Agus sedang menjalani latihan dengan prajurit 5th RAR di Darwin, Australia. “Jangankan pindah profesi, pindah rumah saja susah. Ini pindah jalur hidup, bukan mutasi dari Danyon jadi Dandim. Mereka bilang ada situasi yang berkembang terkait Pilgub DKI dan dari kawan-kawan parpol sepakat mereka ingin bersatu dan mencalonkan saya sebagai Cagub,” ujarnya. “Saya terdiam ketika itu. Ini adalah pertanyaan yang harus kamu pikirkan betul-betul pikirkan dengan matang walaupun waktunya tidaknya banyak. Untungnya sebagai prajurit biasa ambil waktu dalam posisi genting,” tandasnya.

(red//ainuddin/MZ)

loading...

Comments

comments!