Bayi Korban Mutilasi Ibu Kandung Dimakamkan

redaksi.co.id - Bayi Korban Mutilasi Ibu Kandung Dimakamkan Jasad Arjuna (1), bayi yang dimutilasi ibu kandungnya, Mutmainah (28) telah dimakamkan Senin 3 Oktober pukul 23.30 WIB....

25 0

redaksi.co.id – Bayi Korban Mutilasi Ibu Kandung Dimakamkan

Jasad Arjuna (1), bayi yang dimutilasi ibu kandungnya, Mutmainah (28) telah dimakamkan Senin 3 Oktober pukul 23.30 WIB. Bayi tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Gadog, Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

“Iya semalam dimakamkan, abis dari RS Polri, sekitar pukul 23.30 WIB langsung dikuburkan,” ujar kakak kandung Mutmaimah, Wahid (35) di Cengkareng Barat, Selasa (4/10/2016).

Namun Wahid tidak mengetahui proses pemakaman keponakannya itu. Sebab, pemakaman dilakukan oleh pihak suami Mutmainah, Aipda Denny Siregar.

“Saya juga semalam nanya ke pihak Mabes Polri, Arjuna gimana? Sudah diambil Pak, dari RS kabarnya sudah langsung dikain kafan, disalati, kemudian dikebumikan di TPU Gadog, Kedoya,” terang Wahid.

Hingga kini keluarga Mutmainah tak tahu yang mana makam Arjuna. Wahid menerangkan, keluarganya juga belum berencana untuk berziarah.

“Kami masih nunggu suasana reda dulu. Karena masih sama-sama panas kan, nanti malah tak enak,” ujar Wahid.

Istri polisi, Mutmainah atau Iin diduga membunuh anaknya. Bayinya yang bernama Arjuna (1) dimutilasi di kamar kontrakannya di Jalan Jaya 24, No 24, RT 04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu 2 Oktober 2016 sekitar pukul 21.00 WIB. Potongan tubuh sang bayi diletakkan di atas sebuah piring. Usai memutilasi, Iin berdiam diri di samping mayat anaknya.

Perempuan itu dibawa di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta Timur untuk diperiksa kejiwaannya. Mutmainah juga melukai anak sulungnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya masih mendalami kasusmutilasi tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, ibu yang akrab disapa Iin itu diduga tengah mendalami ilmu tertentu.

“Sudah kita dalami, ada kelainan jiwa. Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu, sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan. Apabila ilmunya bisa sempurna, dia harus mengorbankan anaknya,” ujar Iriawan.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!