Guyuran Anggaran Subsidi di RAPBN Pertama Sri Mulyani

redaksi.co.id - Guyuran Anggaran Subsidi di RAPBN Pertama Sri Mulyani Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati telah menyusunRancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Dalampostur...

21 0

redaksi.co.id – Guyuran Anggaran Subsidi di RAPBN Pertama Sri Mulyani

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati telah menyusunRancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Dalampostur tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi dannon energi sebesar Rp 174,9 triliun pada tahun depan.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani saat Rapat Panja BelanjaPemerintah Pusat dengan Banggar DPR mengatakan, anggaran subsidienergi dan non energi sebesar Rp 174,9 triliun masuk dalam belanja NonKementerian/Lembaga sebesar Rp 552 triliun di RAPBN 2017.

“Belanja Non Kementerian/Lembaga sebelumnya ditentukan subsidi energi,tapi kita mulai menghemat subsidi BBM di 2015 sehingga belanja NonKementerian/Lembaga turun dibanding 2014,” katanya di Gedung DPR,Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Lebih jauh Askolani menyebut rincian anggaran subsidi di tahun depanberdasarkan hasil Panja Asumsi, yakni subsidi bahan bakar minyak (BBM)turun menjadi Rp 32,3 triliun dari sebelumnya Rp 42,3 triliun. Subsidilistrik menjadi Rp 45 triliun, sementara subsidi Energi Baru danTerbarukan belum disepakati.

“Perkembangan anggaran subsidi energi semakin lama bisa dikendalikanlebih kecil,” katanya.

Subsidi pangan, diakuinya, kebijakan pada 2017 ada dua. Yaitukebijakan subsidi pangan pokok dan proyek percontohan pengalihansebagian subsidi pangan lewat vouchersehingga tidak lagi dalam bentukberas distribusinya.

Pilot project ini akan berlangsung di 44 Kabupaten dan Kota di 2017.Tujuannya untuk menyatukan dengan bantuan lainnya yang bersifat nontunai sehingga yang dapat adalah rumah tangga yang membutuhkan subsidipangan,” jelas Askolani.

Untuk anggaran subsidi pupuk, tambahnya, alokasi anggaran mencapai Rp31,2 triliun dengan volume 9,55 juta ton pupuk di tahun depan. Subsidibenih padi dan kedelai guna mendukung ketahanan pangan dialokasikananggaran Rp 1,3 triliun untuk 116,5 ribu ton.

“PSO atau subsidi buat Pelni untuk wilayah yang belum bisa dicapaimemperoleh anggaran Rp 2,1 triliun. Subsidi kereta api ekonomi dengananggaran Rp 2,1 triliun supaya harga tiket tidak mahal dari hargakeekonomiannya,” terang Askolani.

Di samping itu, anggaran subsidi bunga mencapai Rp15,8 triliun. Terutama untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR)dan imbas jasa KUR pada waktu sebelumnya kredit ketahanan energi,usaha pembibitan sapi, subsidi bunga perumahan, dan uang mukaperumahan masyarakat ke bawah. Ditambah lagi subsidi untuk LKBN Antarasebesar Rp 0,17 triliun.

Pemerintah, kata Askolani, juga memberikan subsidi lain bentuk pajakDitanggung Pemerintah (DTP). Pertama dalam bentuk Pajak Penghasilan(PPh) sebesar Rp 9,8 triliun.

“Itu untuk insentif komoditas panas bumi, bunga imbal hasil penerbitanSBN yang dijual ke masyarakat serta penghasilan penghapusan piutangnegara non pokok kepada PDAM. Juga bea masuk Rp 0,5 triliun untukindustri tertentu diberikan keringanan ditanggung pemerintah,” tuturAskolani. (Fik/Gdn)

(red/uhammad/irmansyah/MF)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!