Di Luar Perkiraan, Indonesia Gagal Jadi Anggota ICAO

redaksi.co.id - Di Luar Perkiraan, Indonesia Gagal Jadi Anggota ICAO Langkah Indonesia masih harus tertahan untuk menjadi Anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Kategori III...

38 0

redaksi.co.id – Di Luar Perkiraan, Indonesia Gagal Jadi Anggota ICAO

Langkah Indonesia masih harus tertahan untuk menjadi Anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Kategori III periode 2016-2019. Dalam pengumuman pemilihan Anggota Dewan ICAO Kategori III di Markas ICAO, Montreal, Selasa (4 Oktober 2016), Indonesia belum bisa dinyatakan lolos karena hanya mengantongi 96 suara.

Perolehan tersebut dinilai sangat mengejutkan karena jauh dari prakiraan dukungan yang sudah digalang sejak November 2015 hingga jelang pemilihan di Montreal,

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo, langsung mengadakan rapat evaluasi usai pengumuman terkait hasil pemilihan tersebut. “Kita harus ubah strategi agar tidak lagi seperti ini, penerbangan kita berpengaruh besar, ke depannya tidak lagi kita yang memohon-mohon dukungan mereka, tetapi sebaliknya,” katanya.

Menurut dia, jumlah suara dalam pemilihan Anggota Dewan ICAO bukan lah indikator kualitas keselamatan, keamanan serta pelayanan penerbangan di Indonesia. Suprasetyo menjelaskan tidak adanya kebijakan rotasi di negara-negata ASEAN atau Asia Pasifik turut mempengaruhi keterpilihan Anggota Dewan ICAO.

Seperti halnya di Afrika melalui Komisi Penerbangan Sipil Afrika (AFCAC) atau di negara-negara Timur Tengah dengan Komisi Penerbangan Sipil Negara-negara Arab (ACAC), Eropa (ECAC) dan Amerika Latin (LACAC), yang memiliki kebijakan rotasi untuk keanggotaan tersebut. Namun, dia mengatakan kekalahan tersebut sedianya dijadikan hikmah untuk terus berbenah ke depannya.

Delegasi Indonesia memohon maaf, terutama kepada semua pemangku kepentingan penerbangan sipil di tanah air, karena belum bisa merealisasikan harapan bersama agar Indonesia dapat menjadi anggota Dewan ICAO. “Sekalipun demikian, hasil ini tidaklah membuat Indonesia berkecil hati. Sebaliknya, Indonesia semakin termotivasi untuk terus meningkatkan infrastruktur dan kapasitas penerbangan Indonesia serta berkomitmen untuk memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan internasional,” katanya.

Suprasetyo mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya bekerja sama dalam penerbangan dengan negara-negara berkembang, baik secara bilateral maupun dengan memanfaatkan berbagai forum dan organisasi internasional lainnya. Dia menambahkan selama Sidang Majelis ICAO, Delegasi Indonesia mencatat berbagai dukungan yang disampaikan negara-negara sahabat atas pencalonan Indonesia dan ini menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi atas kapasitas Indonesia untuk mewakili kepentingan negara-negara berkembang di forum ICAO.

“Kepercayaan ini merupakan modal dan sumber motivasi bagi Indonesia untuk terus memajukan kapasitas dan kualitas penerbangan sipil Indonesia, seraya terus berkiprah di dunia penerbangan internasional,” demikian katanya.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!