Kurniawan Dwi Yulianto Tak Mau Ada Program Seperti Primavera

redaksi.co.id - Kurniawan Dwi Yulianto Tak Mau Ada Program Seperti Primavera Calon Ketua Umum PSSIyang juga mantan strikerTimnas Indonesia, KurniawanDwi Yulianto, mengaku tidak merekomendasikanprogram pengiriman tim...

10 0

redaksi.co.id – Kurniawan Dwi Yulianto Tak Mau Ada Program Seperti Primavera

Calon Ketua Umum PSSIyang juga mantan strikerTimnas Indonesia, KurniawanDwi Yulianto, mengaku tidak merekomendasikanprogram pengiriman tim ke luar negeri seperti yang pernah dilakukannya semasa masih aktif bermain. Program Primaverayang pernah ia ikuti dinilai bukan program yang tepat untuk membentuk Timnas Indonesia yang kuat.

Kurniawanmerupakan salah satu pemain yang ambil bagian dalam proyek Timnas Indonesia Primavera pertama pada 1993-1994. Bersama Kurnia Sandy dan Bima Sakti, ia merasakan bagaimana pelatihan yang dijalaninya di Italia. Namun, program tersebut kini dinilai tidak akan berpengaruh bagi perkembangan pemain dari sisi teknis.

Kurniawanmengungkapkan program Primaveratidak ada bedanya dengan memindahkan tempat latihan tim Indonesia ke luar negeri dan bukan untuk mengembangkan karakteristik dan mental para pemain muda. Pengalamannya bergabung dengan klub Swiss, FC Luzern, menjadikannya yakin Primaverabukan program yang ideal.

“Tidak, saya tidak akan membuat program seperti Primaverajika nanti saya menjadi pengurus PSSI. Bagi saya, lebih baik dua atau tiga pemain diberi kesempatan bermain di satu klub luar negeri dan itu kita lakukan ke beberapa klub ketimbang mengirim satu tim tetap bersama-sama seperti Primavera,” ujar salah satu strikerterbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia setelah mengikuti Debat Calon Ketua Umum PSSIperiode 2016-2020 yang diprakarsai KoordinatoriatPSSIPers dan digelar di SCTVTower, Selasa (4/10/2016).

“Bagi saya program seperti Primaveraitu seperti Anda memiliki satu tim dan kemudian memindahkan tempat latihan mereka ke luar negeri, hanya sebatas itu saja. Ketika mengikuti Primavera,saya tetap bermain dengan rekan-rekan saya dan berkomunikasi dengan mereka seperti biasa. Begitu saya bermain di Swiss,semua baru terasa bahwa ada perbedaan besar membawa satu tim berlatih di luar negeri dengan kita sebagai pemain berlatih di klub luar negeri,” lanjutnya.

KurniawanDwi Yuliantomaju dalam pencalonan ketua umum PSSIperiode 2016-2020 dengan mencanangkan program kerja yang fokus terhadap pembinaan usia muda yang memiliki kurikulum yang tepat. Selain itu, mantan pemain Timnas Indonesia yang akrab disapa Kurus itu menekankan profesionalisme tanpa kompromi jika benar-benar terpilih menjadi ketum PSSI.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!