Yahoo Diam-Diam Pindai Email Pengguna untuk Intelijen AS

redaksi.co.id - Yahoo Diam-Diam Pindai Email Pengguna untuk Intelijen AS Yahoo inc diam-diam membangun sebuah program perangkat lunak untuk mengambil data-data penting milik pengguna email. Informasi...

21 0

redaksi.co.id – Yahoo Diam-Diam Pindai Email Pengguna untuk Intelijen AS

Yahoo inc diam-diam membangun sebuah program perangkat lunak untuk mengambil data-data penting milik pengguna email. Informasi yang didapatkan diduga diberikan kepada pejabat intelijen AS.

Tiga mantan karyawan Yahoo mengungkapkan, perusahaan tersebut memenuhi permintaan Pemerintah AS untuk menyediakan data pribadi seseorang. Ratusan juta akun Yahoo Mail dipindai atas perintah Badan Keamanan Nasional (NSA) AS dan FBI.

Beberapa ahli teknologi mengatakan, kasus ini merupakan kasus pertama sebuah perusahaan penyedia layanan email menyetujui permintaan agen intelijen untuk memindai semua email. Belum diketahui informasi apa yang ingin dicari oleh para pejabat intelijen, tapi disebutkan NSA dan FBI meminta sejumlah karakter, yang bisa didapat dari badan email atau dari lampiran yang ada di dalamnya.

Keputusan CEO Yahoo, Marissa Mayer, untuk mematuhi perintah NSA dan FBI menyebabkan pro dan kontra di kalangan eksekutif senior sejak satu tahun lalu. Pada Juli 2015, Chief Information Security Officer Yahoo, Alex Stamos, bahkan memutuskan hengkang dan kini menjadi bagian dari Facebook.

“Yahoo adalah perusahaan yang taat hukum, dan sesuai dengan undang-undang Amerika Serikat,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan singkat kepada Reuters.

Para pengamat mengatakan, kemungkinan NSA atau FBI juga mendekati perusahaan-perusahaan internet lainnya dengan permintaan yang sama. NSA biasanya membuat permintaan untuk pengawasan domestik melalui FBI, sehingga sangat sulit mengetahui lembaga mana yang sedang mencari informasi.

Alphabet Inc Google dan Microsoft Corp, dua penyedia layanan email utama AS, secara terpisah mengatakan mereka tidak melakukan pemindaian email atas permintaan Pemerintah AS. “Kami tidak pernah menerima permintaan seperti itu. Tapi jika diminta, respon kami sederhana: ‘Tidak mungkin’,” kata juru bicara Google.

Sedangkan juru bicara Microsoft mengatakan, perusahaannya tidak pernah terlibat dalam pemindaian email seperti yang dilaporkan dilakukan oleh Yahoo.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!