Dimas Kanjeng Kirim Sembilan Peti Uang melalui Kapal

redaksi.co.id - Dimas Kanjeng Kirim Sembilan Peti Uang melalui Kapal Penyidik Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan kamar almarhumah Najemiah, di Jl Sunu, Kompleks Unhas Blok K10...

32 0

redaksi.co.id – Dimas Kanjeng Kirim Sembilan Peti Uang melalui Kapal

Penyidik Polda Jatim telah melakukan pemeriksaan kamar almarhumah Najemiah, di Jl Sunu, Kompleks Unhas Blok K10 Tallo, Makassar, Sulsel, kemarin (4/10).

Dibantu Polda Sulsel, penyidik menyisir tempat penyimpanan barang-barang pemberian Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Dari hasil pemeriksaan itu diketahui uang yang disetorkan almarhumah Najemiah sejak 2013 hingga 2015, senilai Rp202 miliar.

Jumlah tersebut berdasarkan pengakuan putra bungsu almarhumah Najemiah, M Nur Najmul Muin saat melapor di Polda Jatim.

Uang tersebut disetor dengan dua cara Rp9 miliar disetor melalui bank. Sisanya, Rp193 miliar disetor langsung almarhumah Najemiah kepada Kanjeng secara bertahap.

Sebagai gantinya, almarhumah Najemiah mendapatkan sembilan peti berisi uang dan satu emas batangan.

Peti dikirim ke Makassar melalui kapal oleh suruhan Kanjeng. Karena curiga, anak almarhumah Najemiah mengembalikan lima peti ke Kanjeng di Probolinggo.

Sisanya masih berada di kediaman almarhumah Najemiah yang kini diperiksa sebagai barang bukti oleh penyidik.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap empat peti tersisa, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan mendapati, tiga peti berisi uang diduga palsu dan satu peti emas palsu.

Bahkan terungkap, permukaan peti diisi uang palsu asing dengan beberapa mata uang asing. Di antaranya uang Korea, Vietnam, Iran dan Euro.

Sementara di bagian bawah didapati kertas HVS yang dipotong berukuran uang dan diikat.

Sementara satu peti emas setelah diperiksa oleh Kapolda dan penyidik ternyata merupakan emas batangan palsu.

Bahkan batangan yang tergambar palu arit tersebut, diduga terbuat dari kuningan. “Semuanya palsu. Uang asingnya juga palsu. Kertas biasa itu kertas HVS dan emas gambar palu arit juga palsu. Kemungkinan terbuat dari kuningan. Tapi untuk lebih jelasnya kita akan periksa di Labfor,” ungkap Anton sesaat sebelum konferensi pers di kediaman almarhumah Najemiah di Jalan Sunu Kompleks Unhas Blok K10 Tallo.

Anton menegaskan, meski pihak Polda Jatim yang melakukan penyelidikan, akan tetapi pihaknya juga turun langsung mengawasi. Hal tersebut berdasarkan surat perintah penggeledahan dari pengadilan.

Terkait laporan anak almarhumah Najemiah, ada dua TKP yang diperiksa. Satu TKP di Tanjung dan satunya di rumah almarhumah Najemiah di Jalan Sunu.

Karena penanganan di Polda Jatim, rencanannya barang bukti berupa emas dan uang palsu akan dikirim ke Polda Jatim.

Termasuk keris, permata dan kunci yang konon merupakan kunci sembilan gudang tempat penyimpanan uang Kanjeng di Probolinggo.

Berdasarkan barang bukti tersebut, penyidik secara bergantian akan memeriksa sembilan saksi dari pelapor, yakni M Nur Najmul Muin. Termasuk Najmul juga diperiksa sebagai saksi terkait temuan tersebut.

“Saksi-saksinya akan periksa di sini sekitar sembilan orang. Diperiksa secara bertahap. Sehari dua hari ini kita akan periksa. Nanti kita akan sampaikan hasilnya. Nanti diperiksa di Polda Sulsel (saksi-saksi),” ungkapnya.

Terkait saksi-saksi lain maupun pemeriksaan terhadap suami almarhumah Najemiah yang diduga ikut mencari pengikut untuk Kanjeng,

Anton menuturkan pihak penyidik masih melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan saksi-saksi, baru akan menuju ke hal lainnya.

Pihaknya mengaku dari data 3.000 pengikut Kanjeng di Sulsel, masih satu orang yang melapor. Laporannya pun ke Polda Jatim. Sementara lainnya sampai sekarang belum ada yang melaporkan. (ksa-iad/kas/sam/)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!