Kritik Pemerintah, Surat Kabar Kashmir Dilarang Terbit

49

redaksi.co.id – Kritik Pemerintah, Surat Kabar Kashmir Dilarang Terbit

Kelompok-kelompok HAM mengkritik kebijakan baru otoritas India di daerah administrasi Kashmir, Selasa (4/10). Kini surat kabar di sana tidak diizinkan untuk mengkritik.

Hal ini bermula saat otoritas India menutup surat kabar Kashmir Reader, sebuah surat kabar harian berbahasa Inggris. Mereka diminta berhenti beredar sejak Ahad lalu.

Kashmir Reader adalah koran yang cukup dikenal di wilayah. Ia diterbitkan dari Srinagar. Editor mengatakan polisi mendatangi kantor pada Ahad membawa surat perintah dari otoritas lokal.

Mereka diminta berhenti beredar per tanggal 30 September. Surat kabar pun tidak terbit mulai Senin. Editor Mir Hilal mengatakan tidak ada pemberitahuan atau komunikasi sebelumnya dari pemerintah.

“Apakah ada masalah dengan konten, mereka bisa meminta penjelasan dari kami,” kata Hilal dilansir BBC. Namun otoritas lokal langsung melayangkan hukuman telak agar koran tidak beroperasi kembali.

Dalam surat perintah, tertulis Kashmir Reader berisi materi dan konten yang cenderung memicu aksi kekerasan. “Dan mengganggu perdamaian dan ketenangan publik,” katanya.

Menurut UU yang telah berlaku selama 45 tahun di Jammu dan Kashmir, otoritas berhak menghentikan korban yang berisi konten berbahaya. Kelompok HAM menuduh itu adalah serangan terhadap kebebasan pers.

Menurut Amnesty International, pemberhentian ini dilakukan sepekan setelah otoritas lokal langsung melarang semua korban terbit. Internet di wilayah pun tidak lagi berfungsi.

“Pemerintah punya tugas untuk menghormati kebebasan prs dan hak rakyat untuk mendapat informasi,” kata Amnesty dalam pernyataan. Otoritas tidak berhak menutup surat kabar hanya karena mengkritik pemerintah.

Para jurnalis telah melakukan aksi protes sejak Senin di Srinagar. Mereka menyebut pemerintah melanggar kebebasan pres. Ini bukan pertama kalinya pers dibungkam. Juli lalu, otoritas Kashmir melarang publikasi berita sementara selama tiga hari untuk mengatasi situasi luar biasa.

(red/udianto/R)

loading...

Comments

comments!