Belanda vs Belarus, Danny Blind: Saya Tak Akan Mundur

62

redaksi.co.id – Belanda vs Belarus, Danny Blind: Saya Tak Akan Mundur

Nasib pelatih tim nasional Belanda, Danny Blind, berada di ujung tanduk setelah hasil mengecewakan pada laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Swedia sebulan lalu. Blind akan diberikan kesempatan terakhir untuk membuktikan racikannya pada laga melawan Belarus Sabtu dinihari nanti.

Meskipun baru menjalani satu pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, tak mau tim mereka bernasib sama seperti pada kualifikasi Piala Eropa 2016. Belanda saat itu gagal lolos ke babak utama karena hanya menempati posisi keempat Grup A di bawah Republik Cek, Islandia, dan Turki.

Hasil imbang 1-1 melawan Swedia bulan lalu sudah membuat KNVB waswas. Pasalnya, Swedia dianggap sebagai lawan terberat kedua Belanda di Grup A kualifikasi kali ini. Tim Oranye juga berada satu grup dengan Prancis yang merupakan lawan terberat mereka dan akan mereka ladeni setelah Belarus.

Menghadapi tekanan seperti itu, Blind tampak tak terlalu menggubrisnya. Bahkan, dia sempat mengatakan bahwa dirinya tak akan mundur meskipun mendapat hasil buruk saat menghadapi Swedia.

Saya bukan satu-satunya orang yang memutuskan apakah saya akan tetap menjadi pelatih Belanda. Tapi saya tak akan mundur, ujar dia.

Akan selalu ada sedikit tekanan ketika kami mendapat hasil tak memuaskan. Tapi saya tak merasa dalam tekanan. Saya kira saya bisa menangani masalah ini dengan cukup baik. Saya tahu yang saya lakukan dan apa yang bisa saya lakukan, dia menambahkan.

Melawan Belarus, Blind masih akan mengandalkan skuad yang hampir mirip saat menghadapi Swedia. Gelandang senior Wesley Sneijder, Giorginio Wijnaldum, dan Kevin Strootman akan kembali menjadi andalan di lini tengah. Trio pemain itu sebenarnya tampil cukup apik pada laga melawan Swedia.

Mereka mampu mengontrol permainan dan membuat banyak peluang. Terbukti, Belanda menguasai bola hingga 65 persen pada laga itu dan membuat 24 kesempatan mencetak gol. Sayangnya, hanya satu gol yang bersarang di gawang Swedia.

Problem utama Belanda saat ini adalah tumpulnya lini depan. Mereka tak lagi memiliki penyerang haus gol seperti Ruud van Nistelrooy atau Robbie van Persie di depan mulut gawang.

Penyerang muda Vincent Janssen, meskipun disebut mirip dengan Nistelrooy, belum menunjukkan tajinya. Di klubnya saja, Tottenham Hotspur, Janssen baru menyarangkan sebiji gol dalam 11 laga. Itu pun diciptakannya dalam Piala Liga saat melawan tim lemah Gillingham FC.

Satu-satunya harapan Blind untuk mempertajam lini depannya berada di pundak Memphis Depay yang akhirnya bergabung bersama tim Oranye setelah pada laga melawan Swedia tak mendapat panggilan.

Masalahnya, Depay juga sudah lama tak bermain. Dia baru bermain 94 menit musim ini di Manchester United. Meskipun demikian, Depay pun menyatakan siap membayar tuntas kepercayaan Blind. Saya seperti senjata yang terisi peluru dan siap ditembakkan, ujar dia.

Laga melawan Belarus benar-benar menjadi ujian buat mereka. Andai bisa menang, mereka punya modal untuk bertanding tiga hari kemudian melawan tim yang tidak mudah ditaklukkan, Prancis.

Itu sebabnya para pemain ingin berfokus pada pertandingan ini. Dua pertandingan yang akan datang sangat penting bagi kami dan tak ada lagi yang harus dilakukan, kecuali mendapatkan tiga poin, kata Stefan de Vrij, bek yang bermain di klub Lazio.

Kami harus fokus dulu di pertandingan melawan Belarus.

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!