Bertahan dengan Gaji di Bawah UMR

67

redaksi.co.id – Bertahan dengan Gaji di Bawah UMR

Upah Minimum Regional atau yang biasanya dikenal dengan nama UMR adalah batas gaji minimum yang harus dikeluarkan setiap perusahaan untuk menggaji para pegawainya. Namun, masih ada saja beberapa perusahaan yang membayar pegawainya jauh di bawah UMR.

Mau tidak mau, Anda harus pasrah dengan gaji yang berada jauh di bawah UMR daerah tempat Anda tinggal. Apa saja yang bisa Anda lakukan apabila gaji bulanan Anda tidak mencapai batas UMR?

Buatlah bisnis sampingan

Membuat sebuah usaha atau bisnis kecil-kecilan memang sangat disarankan, bahkan bagi mereka yang sudah memiliki gaji di atas batas UMR sekalipun. Hal ini ditujukan untuk memiliki penghasilan tambahan dan memenuhi kebutuhan hidupa kita semua, baik itu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan tambahan lainnya. Namun, teruntuk Anda yang memiliki gaji jauh di batas UMR, memiliki sebuah penghasilan sampingan tentu wajib hukumnya. Hal ini bisa membuat penampilan Anda bertambah, dan tentu saja seluruh kebutuhan hidup Anda pun bisa terpenuhi.

Salah satu bisnis sampingan yang bisa Anda lakukan adalah dengan berjualan secara online. Kini, ada sistem yang dikenal dengan nama reseller. Sistem ini memudahkan para pengusaha muda untuk memulai bisnis mereka, bahkan tanpa modal sekalipun.

Dalam usaha ini, yang harus Anda lakukan adalah melakukan kegiatan marketing sebaik mungkin. Namun, lagi dan lagi hal ini sudah dimudahkan karena penjualan secara online, tentu iklanya pun akan dilakukan secara online. Sistem iklan mengiklan ini bisa Anda lakukan dengan menggunakan media sosial pribadi Anda. Ditambah lagi, apabila Anda mendapatkan konsumen, Anda bisa mengirim barang pesanan mereka dengan menggunakan jasa antar barang, jadi Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk pergi keluar rumah.

Berhemat

Dengan memiliki penghasilan pas-pasan, tentu Anda sangat dilarang untuk banyak membeli kebutuhan yang tidak bersifat primer, atau hanya kebutuhan tambahan saja. Contohnya seperti membeli rokok. Saat ini, rokok masih berkisar harga Rp 20 ribu untuk setiap bungkusnya. Untuk Anda para perokok berat, tentu menghabiskan rokok sebungkus untuk setiap harinya bukan lagi menjadi hal yang aneh untuk didengar. Dengan kata lain, Anda bisa menghabiskan uang sekitar Rp 600 ribu untuk setiap bulannya.

Tentu bagi Anda yang memiliki penghasilan pas-pasan, pengeluaran ini seharusnya bisa ditekan dan dialokasikan untuk kebutuhan primer lainnya, seperti makanan setiap harinya, bayar listrik, dan hal-hal penting lainnya. Jadi, usahakanlah untuk berhenti merokok. Selain bisa mengurangi penyakit dan membuat tubuh Anda selalu sehat, tentu saja dengan berhenti merokok pun pengeluaran Anda bisa ditekan dengan jumlah yang cukup besar.

Hindari Kredit

Kredit kini menjadi hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Hal ini membantu para pekerja yang ingin memiliki sebuah barang, namun penghasilan mereka tidak cukup untuk membeli barang tersebut. Dengan adanya sistem kredit ini, Anda bisa membayar barang yang Anda inginkan tersebut dengan sistem pembayaran dicicil setiap bulannya, sekaligus dengan pembayaran bunganya. Namun, di sisi lain, kemudahan ini bisa jadi permasalahan baru bagi Anda yang memiliki penghasilan tidak mencapai UMR.

Kredit adalah kemudahan yang seperti dua belah mata pisau. Bunga setiap bulannya dan juga konsekuensi yang datang apabila Anda telat membayar akan membawa malapetaka bagi hidup Anda. Hal ini seperti utang yang diangsurkan untuk beberapa waktu, sedangkan Anda hanya memiliki gaji pas-pasan untuk kebutuhan primer saja. Oleh karena itu, selagi Anda masih memiliki penghasilan di bawah UMR dan pekerjaan sampingan Anda belum berjalan dengan baik, cobalah untuk menghindari pembelian dengan cara kredit.

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!