IPW sentil Kapolri soal kasus polisi bunuh diri gara-gara utang

90

redaksi.co.id – IPW sentil Kapolri soal kasus polisi bunuh diri gara-gara utang

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus bunuh diri yang dilakukan Kapolsek Karangsambung Ipda Nyariman di ruang kerjanya di Kebumen, Jateng, menjadi catatan kelam Polri.

IPW mencatat aksi bunuh diri Ipda Nyariman merupakan peristiwa kedelapan yang dilakukan polisi di sepanjang 2016.Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, sangat prihatin dengan kasus bunuh diri yang dilakukan Ipda Nyariman. Terlebih penyebab dugaan Nyariman bunuh diri karena tidak bisa mengembalikan utang ratusan juta setelah gagal masukan anak teman sesama anggota polisi di Secaba Polri.”Bagaimana pun kasus ini patut menjadi perhatian Kapolri agar ada perbaikan yang signifikan dalam proses pendidikan Polri, baik untuk SPN, Akpol, Secaba, PTIK, Sespim, Sespati dan lain-lain. Sehingga kasus serupa tidak terulang,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/10).Menurut NEta, kasus Nyariman ini sempat dibahas oleh Kapolres Kebumen, Wakapolres, SDM Polres Kebumen, dan Propam. Saat itu Ipda Nyariman berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Namun yang terjadi kemudian Kapolsek itu malah gantung diri hingga tewas di ruang kerjanya.”Kasus ini membuktikan bahwa aksi bayar membayar untuk masuk pendidikan di Kepolisian masih terjadi. Bahkan untuk masuk Secaba saja orang berani membayar Rp 250 juta,” ujar Neta.Neta berharap, kasus ini harus menjadi starting point untuk melakukan perubahan radikal dalam sistem dan mekanisme promosin, baik dalam rekrutmen pendidik maupun jabatan. Selain itu, ketahanan mental perlu menjadi perhatian khusus Polri, mulai dari awal rekrut maupun di pendidikan, psikotes harus menjadi andalan seleksi. “Sebab dari delapan polisi yang bunuh diri tahun 2016 ini, empat dengan cara menembak dan empat gantung diri. Dari empat yang menembak dirinya sendiri itu, tiga menembak bagian kepala dan satu bagian dada. Dari delapan polisi yang bunuh diri tahun 2016 ini empat bintara dan empat perwira. Padahal tahun-tahun sebelumnya, jarang sekali perwira yang bunuh diri. Ini menunjukkan bahwa perwira Polri semakin rentan stres dan gampang mengambil jalan pintas, bunuh diri. Bagaimana pun kasus ini perlu dicermati dengan serius.”Sebelumnya, Kapolsek Karangsambung Ipda Nyariman nekad gantung diri di ruang kerjanya di Mapolsek Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Diduga penyebab Nyariman bunuh diri karena tidak bisa mengembalikan utang ratusan juta setelah gagal masukan anak teman sesama anggota polisi di Secaba Polri.”Putus asa karena selain beban utang sebanyak Rp 250 juta juga karena beban moril tidak bisa meloloskan anak temannya sesama polisi (Aiptu Sudiman) yang merupakan bawahannya bertugas di Mapolsek Karangsambung,” ujar sumber merdeka.com yang merupakan perwira di lingkungan Polres Kebumen, Jawa Tengah Rabu (5/10).Aiptu Sudiman saat akan mendaftarkan anaknya di seleksi Secaba Polri memberikan uang sebesar Rp 250 juta sebagai prasyarat yang diberikan Ipda Nyariman supaya lolos seleksi. “Karena tidak diterima makanya Aiptu Sudiman meminta kembali uang sebesar Rp 250 juta itu kepada Ipda Nyariman,” terangnya.

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!