Lima Pelajaran Kemenangan Belanda Atas Belarusia

50

redaksi.co.id – Lima Pelajaran Kemenangan Belanda Atas Belarusia

Bangku cadangan timnas Belanda bersorak gembira ketika wasit Craig Thompson mengakhiri pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup 1 zona Eropa, Jumat (7/10) malam. Papan skor menunjukkan keunggulan tuan rumah atas Belarusia, 4-1. Ini menjadi kemenangan kandang pertama Oranje sejak November 2014. Ada rasa lega dengan keberhasilan merebut poin penuh pada pertandingan ini.

Belanda membutuhkan kemenangan atas Belarusia tidak hanya untuk mengejar tiket ke Rusia, tetapi juga guna memupuk kepercayaan diri. Kegagalan lolos ke Euro 2016 menjatuhkan mental para pemain muda mereka. Pelatih yang tidak cukup inspiratif, pergantian staf kepelatihan yang terus menerus terjadi selama tiga bulan terakhir, serta gap antargenerasi di antara para pemain menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan performa Belanda.

Empat gol ke gawang Belarusia, empat poin kini didulang Belanda dari dua pertandingan kualifikasi yang sudah dijalani. Bulan lalu, Oranje memetik hasil imbang 1-1 di markas Swedia. Sebelum kedatangan tim kuat Prancis dalam lanjutan kualifikasi, Senin mendatang, ada lima pelajaran penting yang didapat Belanda dari kemenangan atas Belarusia.

Wesley Sneijder sebagai sayap palsu

Keputusan taktik Blind paling signifikan di kualifikasi Piala Dunia ini adalah menempatkan Sneijder sebagai sayap kiri. Keputusan itu juga menjadi keputusan yang paling mengundang keheranan. Sneijder jelas bukan pemain sayap, dia cenderung bergerak ke tengah atau depan kotak penalti. Akibatnya, sayap kiri Belanda tidak seaktif sisi kanan.

Sneijder terlihat sudah kehilangan kemampuan terbaik sebagai pengatur serangan kelas dunia. Tidak ada umpan bola mati yang terukur. Kegemarannya melepas tembakan jarak jauh tak terkontrol, banyak bola yang tidak tepat sasaran. Gol penyama kedudukan ke gawang Swedia bulan lalu adalah konversi yang sudah kian jarang terjadi.

Pertanyaannya, apakah Blind memiliki cukup kesadaran tentang performa Sneijder? Jika ya, butuh keberanian dari sang pelatih untuk melakukan evaluasi terhadap posisi gelandang asal Galatasaray itu.

Kembalinya dua poros kembar

Pergantian Sneijder dengan Davy Propper saat turun minum membuat Belanda tampil dengan formasi 4-2-2-2. Propper menemani Strootman sebagai pemain yang berdiri di depan pertahanan tim. Saat menguasai bola dan menyerang, formasi ini kembali menjadi 4-3-3. Berkebalikan dari keputusan menjadikan Sneijder sebagai sayap palsu, perubahan ini merupakan eksperimen positif Blind. Bahkan boleh dibilang ini merupakan keputusan taktik terbaik sepanjang era kepelatihannya.

Dengan dua gelandang poros, duet bek sentral Jeffrey Bruma dan Virgil van Dijk tampak bermain lebih nyaman. Ingat, formasi dua gelandang ini pernah dipakai Bert van Marwijk guna melindungi kerapuhan pertahanan Belanda. Dengan sistem itu, Van Marwijk berhasil membawa Oranje ke final Piala Dunia 2010.

Meski mereka dikejutkan gol cepat Belarusia di awal babak kedua. Cara bertahan pemain Belanda terus menerus menjadi pekerjaan rumah bagi Blind. Bek Oranje lemah dalam penempatan posisi dan antisipasi umpan silang. Bahkan, jika Belarusia lebih terampil, gawang Maarten Stekelenburg sudah dua kali bobol sebelum jeda.

Melawan Prancis, posisi Bruma perlu mendapat perhatian. Pemain VfL Wolfsburg ini paling rentan membuat kesalahan pada dua pertandingan internasional bulan lalu. Bruma tidak membuat kesalahan fatal pada pertandingan ini, tetapi sempat terlihat terpeleset saat melakukan kontrol bola. Tidak mungkin Anda membuat kesalahan yang sama saat menghadapi Prancis. Tak bisa tidak, Blind perlu memainkan Stefan de Vrij untuk pertandingan penting tersebut.

Pressing ofensif

Empat gol yang dicetak ke gawang Belarusia tercipta berkat pressing tanpa henti yang dilakukan Vincent Janssen dan Quincy Promes. Di menit-menit awal, kecenderungan dua pemain ini melakukan pressing sudah muncul. Terbukti dengan gol pertama Promes yang memanfaatkan perebutan bola di kotak penalti lawan.

Setelah gol kedua Promes, dua gol Belanda di babak kedua terjadi dengan melakukan tekanan terhadap bek Belarusia yang melakukan penguasaan bola. Gol rebound Davy Klaassen diawali dari upaya Promes mengejar bola. Begitu juga dengan gol pamungkas yang terjadi setelah Janssen menyerobot umpan pemain bertahan Belarusia.

Pressing ofensif juga beberapa kali dilakukan bek kanan Rick Karsdorp. Seperti yang disebutkan sebelumnya, sektor ini lebih hidup dibandingkan sisi kiri formasi Belanda. Blind memilih tidak menghidupkan sayap kirinya hingga akhir pertandingan. Dua jatah pergantian malah dilakukan untuk memasukkan Jordy Clasie dan BasDost.

Promes membuktikan janji

Belum sampai di kelas teratas, tapi setidaknya dua gol sekaligus yang diciptakan Promes memberikan napas lega. Dua gol itu sekaligus menjadi gol-gol pertamanya untuk Oranje setelah bertanding 15 kali. Penampilan Promes melawan Belarusia menjawab kepercayaan Blind yang menjadikannya pilihan utama di sektor penyerang sayap.

Blind pernah terang-terangan melontarkan pujian. “Bicara soal pemain muda yang naik kelas, Promes adalah contoh terbaik. Dia punya kemampuan mencetak gol, kedalaman, dan bisa menentukan dengan kecepatan yang dimilikinya.”

Usai kemenangan atas Belarusia, Blind kembali menyoroti penampilan Promes. “Saya selalu bilang dia tampil baik di kompetisi yang ketat,” bilang sang pelatih.

“Saya menyaksikannya setiap pekan, kebanyakan jurnalis tidak. Tentu kami gembira dengan penampilannya. Dia sedikit ‘berlebihan’ dengan mencetak dua gol.”

Blind menutup komentar sambil berseloroh. Pemilihan Promes sempat mengundang kritik. Penampilan pemain Spartak Moskwa malam tadi itu praktis mengurangi keraguan publik.

Merancang formasi melawan Prancis

Sneijder kembali dimainkan sebagai sayap kiri palsu? Jika sang pemain fit, tampaknya Blind takkan melakukan perjudian dengan menyimpan satu-satunya gelandang kreatif yang dimilikinya. Bruma diganti De Vrij? Pilihan masuk akal.

Melihat keberhasilan eksperimennya, Blind dapat menstabilkan kerentanan lini pertahanan Belanda dengan memainkan lagi dua poros kembar di lini tengah. Siapa yang akan menemani Kevin Strootman, apakah Clasie atau Propper? Sayang sekali (untuk saat ini) Blind tidak menyertakan Tonny Vilhena ke dalam skuat. Padahal, gelandang energik itu memainkan peran poros kembar dengan sangat baik bersama Karim El Ahmadi di Feyenoord Rotterdam awal musim ini.

Blind rasanya perlu melihat lagi rekaman video pertandingan Feyenoord melawan Manchester United untuk meninjau ulang kemampuan Vilhena saat mengganggu Paul Pogba.

(red//ur/sikin/MNA)

loading...

Comments

comments!