Jerman Vs Republik Cek, Menguji Eksperimen Loew

redaksi.co.id - Jerman Vs Republik Cek, Menguji Eksperimen Loew Jerman memulai babak kualifikasi Piala Dunia 2016 dengan kemenangan 3-0 atas Norwegia bulan lalu. Pelatih Joachim Loew...

24 0

redaksi.co.id – Jerman Vs Republik Cek, Menguji Eksperimen Loew

Jerman memulai babak kualifikasi Piala Dunia 2016 dengan kemenangan 3-0 atas Norwegia bulan lalu. Pelatih Joachim Loew menerapkan skema yang tak biasa pada laga itu. Jika biasanya Jerman bermain dengan formasi 4-2-3-1, Low mengubah skema favoritnya itu menjadi 3-4-3.

Skema itu cukup berhasil. Jerman terlihat lebih menggigit dengan racikan baru. Mesin gol mereka, Thomas Mueller, yang absen mencetak gol dalam tujuh laga, berhasil menyarangkan dua bola ke gawang Norwegia.

Satu gol lainnya disumbangkan oleh bek muda Joshua Kimmich. Namun itu berlaku saat melawan Norwegia yang secara kelas memang jauh berada di bawah tim Panser.

Jerman akan menghadapi Republik Cek yang secara kualitas di atas skuad Viking. Meskipun tak diperkuat oleh pemain senior mereka seperti Thomas Rosicky dan kiper Petr Cech, Cek tetap merupakan kekuatan yang patut diwaspadai.

Permainan spartan ala Eropa Timur yang sudah menjadi ciri mereka akan disajikan anak asuh Karel Jarolim ini. Apalagi skuad Cek saat ini diperkuat sejumlah pemain muda dan beberapa di antaranya paham sepak bola Jerman karena bermain di Bundesliga.

Contohnya Gebre Selassie dan Pavel Kaderabek yang bermain untuk Werder Bremen dan Hoffenheim.

Low sadar betul soal itu. Menurut dia, permainan tak kenal lelah plus motivasi tinggi skuad Republik Cek merupakan kekuatan utama mereka. Sedikit saja lengah, pertahanan Jerman akan terancam.

Mereka pasti akan lebih termotivasi melawan kami. Jadi, kami harus sangat berkonsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan, ujar pelatih yang sukses membawa Jerman menjadi juara dunia 2014 lalu itu. Di atas kertas, Cek kompetitor terkuat kami di grup ini. Mereka memiliki kualitas invididu yang bagus.

Sadar skuadnya akan menghadapi pertandingan yang keras, Low kembali membuat eksperimen. Jika tim lain sudah mulai berkumpul dan berlatih sejak akhir pekan lalu, Low justru memberi libur para pemainnya hingga tengah pekan agar mereka bisa tampil lebih bugar. Jerman baru melakukan pemusatan latihan untuk mematangkan strategi dan membentuk kerja sama tim pada Rabu lalu.

Para pemain saat ini menghadapi kompetisi yang jauh lebih padat. Mereka telah mencapai batasannya, baik secara fisik maupun mental. Kami paham bahwa kualitas pemain akan memudar dengan kondisi seperti itu dalam waktu panjang, ia menambahkan.

Pelatih tim lawan tak mau terpengaruh oleh pujian Loew. Malah Jarolim mencoba merendah. Meskipun tetap menargetkan raihan kemenangan, dia menilai anak asuhnya membutuhkan sedikit keajaiban untuk menundukkan Jerman. Kami akan melawan tim yang hanya bisa dikalahkan dalam kondisi tertentu. Kami mengharapkan sedikit keajaiban, ujar dia.

Melihat materi yang dibawa Low, tak akan banyak perubahan yang terjadi di lini utama Jerman. Mario Goetze, Mesut Oezil, dan Julian Draxler akan menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan lawan.

Thomas Mueller yang bermain sebagai gelandang serang juga masih akan memainkan peran false nine setelah penyerang mereka, Mario Gomez, dipastikan absen karena mengalami cedera.

Muller tampaknya akan berduet dengan gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan, yang kembali masuk skuad Jerman setelah absen hampir satu tahun karena masalah cedera. Kembalinya pemain keturunan Turki itu membuat publik Jerman semakin percaya diri.

Media-media Jerman menyebut Gundogan sebagai penerus Bastian Schweinsteiger di lini tengah Jerman. Alpanya sosok gelandang yang bisa mengontrol permainan dari kedalaman ditengarai menjadi penyebab kegagalan Jerman di Piala Eropa Juni lalu.

Gundogan sendiri merasa sangat senang bisa kembali bermain di tim nasional. Namun dia merasa publik Jerman terlalu berlebihan jika menyamakannya dengan Schweini.

Itu adalah sebuah kehormatan, tapi itu bukan menjadi masalah bagi saya. Saya bermain dengan gaya saya yang sebenarnya tak terlalu mirip dengan permainan Schweinsteiger, ujar dia.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!