Menteri Perhubungan Bantah Bela Taksi 'Online'

redaksi.co.id - Menteri Perhubungan Bantah Bela Taksi 'Online' Perpanjangan sosialisasi aturan transportasi berbasis aplikasi, yang seharusnya selesai pada 1 Oktober 2016 berbuntut panjang. Sejumlah pihak menuding...

27 0

redaksi.co.id – Menteri Perhubungan Bantah Bela Taksi 'Online'

Perpanjangan sosialisasi aturan transportasi berbasis aplikasi, yang seharusnya selesai pada 1 Oktober 2016 berbuntut panjang. Sejumlah pihak menuding Menhub terlalu membela taksi berbasis aplikasi.

Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah hal itu. Alasan Budi memperpanjang persyaratan karena ingin memberikan keadilan dalam beroperasinya angkutan umum berbasis digital tersebut.

“Kita nggak belain taksi online saja,” ujar Budi Karya Sumadi di Diskusi Publik Sektor Transportasi, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Sekadar informasi, aturan transportasi berbasis aplikasi tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Aturan ini seharusnya berlaku setelah enam bulan sejak diundangkan. Masa enam bulan itu digunakan untuk sosialisasi aturan.

Budi Karya Sumadi mengakui transportasi berbasis digital sangat dibutuhkan masyarakat sekarang ini.

Untuk itu, ia mengajak taksi konvensional menerapkan pelayanan secara online. “Yuk kita tingkatkan taksi kita juga online,” ungkapnya.

Budi juga mengaku tidak bisa menolak adanya kehadiran taksi online sekarang ini, karena kebutuhan masyarakat untuk angkutan umum begitu mendesak.

“Angkutan aplikasi online sangat inovatif, keniscayaan ini tidak bisa ditolak,” kata Budi Karya Sumadi.

Seperti diketahui, Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tersebut banyak ditentang oleh para sopir angkutan umum berbasis aplikasi. Aturan ini dinilai memberatkan.

Salah satu pasal yang dianggap memberatkan yakni soal pelaksaan uji KIR.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!