Hierro, Raul, Casillas, Ramos dan beratnya jadi kapten Real Madrid

120

redaksi.co.id – Hierro, Raul, Casillas, Ramos dan beratnya jadi kapten Real Madrid

Menjadi kapten Real Madrid bukan perkara remeh. Jabatan tersebut, dalam 15 tahun terakhir, telah menjadi jabatan berisiko tinggi.

Begitu seorang pemain menerima jabatan sebagai kapten Real Madrid, maka secara otomatis ia telah menempatkan dirinya dalam sorotan semua orang, menjadi target berbagai kritik baik yang menyasar tim secara keseluruhan maupun personal.

Kapten Madrid saat ini adalah Sergio Ramos. Tapi melihat reaksi terhadap kritik yang dialamatkan kepada dirinya, rasanya Ramos belum sedewasa para pendahulunya.

Fernando Hierromerupakan kapten terakhir Real Madrid yang ‘turun jabatan’ dengan tetap didukung para fans. Hierro, yang kini merupakan manajer Real Oviedo, mengakhiri 14 tahun kariernya di Real Madrid dengan terkesan tiba-tiba, tak lama setelah Madrid mengungguli Real Sociedad dalam perburuan titel juara liga musim 2002-03.

Pemain kelahiran Malaga ini mesti menelan gengsinya saat mendapati kontraknya – juga kontrak Vicente del Bosque, sama-sama tidak diperpanjang. Meski pada waktu itu kemampuannya sudah menurun, suasana di tim Madrid sendiri sangat harmonis. T

ak ada yang tidak puas dengan kepemimpinannya. Pada akhirnya, perselisihan dengan Florentino Perez lah yang membuat Hierro angkat kaki.

Raul Gonzalezyang berjulukan’the Ferrari’ lantas mengambil tanggung jawab sebagai kapten Real Madrid. Pemain nomor 7 di timnas Spanyol ini menjadi pemimpin di saatbanyak keraguan tengah menghantuiReal Madrid.

Era Galacticos memang tengah berakhir, dan itukebetulan bersamaan dengan meredupnya karier Raul di timnas. Ujungnya, Raul Gonzales bak membawaMadrid menuruni bukit.Raul yang dikenal berbahaya dan selalu menentukan dalam momen-momen genting, berubah menjadi Raul yang pemarah dan kurang tajam.

Beberapa media mulai berbalik menyerang Raul, meski sebagian yang lain tetap membelanya. Hasilnya, baik kesalahan-kesalahan maupun momen-momen bagusdari Raul jadi dibesar-besarkan melebihi proporsi yang seharusnya. Para fans pun terbagi menjadi dua kubu: Raulistas dan Anti-raulistas.

Sang pemain sendiri tak pernah berkomentar di muka umum. Tidak ketikaLuis Aragonesmencoretnya dari timnas Spanyol,dan tidak juga saatia mulai menjadi cadangan diReal Madrid.

TibanyaJose Mourinhomembuka pintu baginya untuk pergi meninggalkan klub yang telah membesarkannya. Raul sendiri masih bermain untuk beberapa tahun kemudian diJerman, Qatar danNew York.

Pelepasan Raul sendiri terbilang terlalu sederhana dan nyaris memalukan untuk klub sebesar Real Madrid yang telah menerima begitu banyak dari 15 tahun karier Raul.

Kepergiannya hanya ditandai dengan sebuah konferensi pers kecil (Madrid hanya membuka satu sisi stadion untuk para fans) dan sebuah pertandingan penghormatan yang dilangsungkan… tiga setengah tahun pasca kepergiannya!

Gonjang-ganjingMourinho

Kapten Real Madrid selanjutnya adalah produk akademi,Iker Casillas. Casillas merupakan ‘buatan rumah’, seseorang yang membangun karier benar-benar dari bawah. Ia selalu bangga akan kerja keras itu, dan karenanya selalu bilang “Saya bukanlah seorang Galacticos, saya berasal dari Mostoles.” Mostoles merupakan sebuah kota satelit di selatan Madrid yang banyak dihuni warga kelas pekerja.

Casillas memikul tanggung jawab sebagai kapten di saat kariernyasedang menuju puncak. Selain menjadi kapten Real Madrid, Casillas juga menjadi kapten timnas Spanyol selama masa-masa keemasannya (meraih dua gelar juara Piala Eropa dan satu Piala Dunia).

Dalam setiap turnamen tersebut, Casillas selalu tampil memukau. Tak ada yang berani mempertanyakan posisi Casillas di Real Madrid, tetapi kemudian Mourinho datang.

Hubungan antara keduanya terbilang baik pada musim pertama, namun pada pertengahan musim kedua, semua jadi berantakan. Mereka merasa tidak cocok satu sama lain, dan sang kiper pun mulai kehilangan performa terbaiknya di pertandingan-pertandingan besar.

Kemudian datang masalah lain. Alvaro Arbeloa, rekan setim Casillas di Real Madrid (namun bukan temannya), secara tak sengaja membuat Casillas cidera. Dan itu berarti terbukanya kesempatan bagi kiper cadangan,Diego Lopez.

Belakangan, Mourinho malah dengan tegas mengatakan: “Selama saya di sini, kiper saya adalah Diego Lopez.”

Pada akhirnya Mourinho memang pergi dariMadrid, tetapi peninggalannya membawa pengaruh buruk bagi Casillas yang dulu merupakan idola.

Pada akhirnya, persoalan sepak bola dan persoalan pribadi jadi campur baur. Dandengan menurunnya performa Casillas pada masaCarlo Ancelottimelatih Madrid, ia jadi lebih sering di bangku cadangan.

Bahkan memenangkanDecimapun tak cukup untukmembungkam kritik terhadap dirinya. Sebaliknya, ketika ia melakukan kesalahan yang berujunggol,Casillasdituduh habis-habisan sebagai pengkhianat.

Dengan situasi tim yang terpecah dua, dan karena kurangnya dukungan terhadap dirinya, Casillas memutuskan pindah ke Porto.

Terakhir adalahkapten Real Madrid saat ini,Sergio Ramos. Pemain asal Andalusia inimerupakan seseorang yang bisa melakukan hal terburuk dan terbaik sekaligus dalam 90 menitpertandingan.

Banyak orang yang dulu mencemooh Casillas kini memfokuskan amarah mereka kepada Ramos. Dalam setiap pertandingan, pasti ada keriuhan di tribun penonton dan juga di media sosial: “Mari kita tunggu seberapa lama Ramos bisa bertahansampai ia membuat kesalahan”.

Gol heroik Ramos pada menit ke-93 di pertandingan yang memberikan Madrid gelar Decima telah memberikan ia banyak suporter loyal, meski di sisi lain,banyak pula orang yang langsung mencemoohnya begitu saja setiap kali ia melakukan kesalahan.

Di luar semuanya, perbedaan Ramos dengan kapten-kapten Real Madrid sebelumnya adalah, ia tidak memiliki kemampuanuntuk menahan amukan badai kritik dengan mulut tertutup. Ramos lebih memiliki karakterpetarung ketimbang tiga kapten sebelumnya, dan ia takbisa tinggal diam.

Tentu saja, respons Ramos tersebut tak akan bisa menghapus kesan buruk yang telah ditinggalkannya sejak awal musim ini:Ramos terlihat tidak meyakinkan dalam pertandingan, dan telah menyebabkan empat pelanggaran yang berujung penalti.

Jika saja ia bukan pemain yang mengenakan ban kapten, mungkin kritik yang datang tak akan sekeras ini. Tetapi ban kapten itu semestinya juga merupakan pemicubagi Ramos untuk lebih tegar mengembantanggung jawab.

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!