Tanpa Valentino Rossi, Balapan MotoGP Tak Menarik

70

redaksi.co.id – Tanpa Valentino Rossi, Balapan MotoGP Tak Menarik

Peson Valentino Rossi di lintasan balap rupanya masih mengusik Casey Stoner. Pebalap Australia yang pernah bersaing sengit dengan “The Doctor” itu buka suara soal penampilan rivalnya yang hingga kini masih eksis di kelas tertinggi.

Stoner dan Rossi adalah dua pembalap yang rivalitasnya paling ditunggu beberapa tahun silam. Sebelum ada Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, Stoner lebih dulu menggoyang dominasi Rossi.

Salah satu duel keduanya yang paling diingat terjadi dalam Grand Prix Amerika Serikat yang masih digelar di Sirkuit Laguna Seca. Saat itu Rossi dan Stoner saling kebut-kebutan di trek menurun berpasir yang akhirnya dimenangkan pebalap Italia itu, karena Stoner sempat terjatuh.

Persaingan keduanya berlanjut ketika Rossi dan Stoner bertukar posisi di musim 2011. Rossi pindah ke Ducati, sementara Stoner jadi pebalap Honda. Di musim tersebut, Rossi harus puas mengakui ketangguhan pebalap berjuluk Kuri-kuri Boy yang keluar sebagai juara.

Kini, keduanya sudah tak lagi bersaing sengit di lintasan. Kendati Rossi masih aktif di kelas tertinggi, Stoner memutuskan pensiun sejak 2012. Musim ini Stoner sejatinya kembali gabung Ducati sebagai test rider, namun pebalap berusia 30 tahun itu menegaskan tidak akan turun ke balapan sesungguhnya. Praktis Stoner hanya bisa mengamati penampilan Rossi.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari media Italia Sportfair.it, Stoner mengatakan mantan lawannya itu tak mengalami perubahan sedikitpun. “Ya, saya kira dia sangat kuat dan usahanya di trek telah berbuah manis. Dia penting bagi dunia, tanpa dia balapan pasti tidak menarik,” tutur Stoner saat diwawancara Panorama-auto.it.

Stoner menyamakan Rossi dengan legenda balap Honda, Mick Doohan yang juga berasal dari Australia. Menurutnya, Rossi yang kini sudah berusia 37 tahun membuktikan umur bukanlah penghalang untuk terus berpacu di atas kuda besi.

“Jika fisiknya tetap dalam kondisi baik, itu bisa dilanjutkan dengan baik. Saya pikir usia tidak membatasi dan menjadi tua tidak akan memberikan keuntungan kepada pebalap yang lebih muda. Doohan sudah membuktikannya ketika mencapai puncak penampilannya di usia 30 tahun,” tutupnya.

(red/hmad/yaiku/AS)

loading...

Comments

comments!