Memaki Mertua Melalui Ponsel Dilaporkan Polisi, Begini Kisahnya

redaksi.co.id - Memaki Mertua Melalui Ponsel Dilaporkan Polisi, Begini Kisahnya Gara-gara memaki mertua lewat HP, Somantri warga Kota Ende dipolisikan oleh mertuanya karena mertua tidak terima...

11 0

redaksi.co.id – Memaki Mertua Melalui Ponsel Dilaporkan Polisi, Begini Kisahnya

Gara-gara memaki mertua lewat HP, Somantri warga Kota Ende dipolisikan oleh mertuanya karena mertua tidak terima dengan aksinya itu yang diketahui berkali-kali melakukan tindakan tidak terpuji lewat HP.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Abdulrahman Aba Mean mengatakan hal itu kepada Pos Kupang, Selasa (11/11/2016) di Ende.

Dikatakan kronologis kasus tersebut berawal ketika pelaku menagih utangnya lewat HP namun terkesan tidak direspon dengan baik oleh mertua.

Melihat hal itu maka pelaku mengirimkan SMS dengan memaki-maki korban.

Tercatat ada 13 kali SMS yang bertuliskan kata-kata yang tidak senonoh kepada korban.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut maka sang mertua yang diketahui bernama, Ernesta Ani lantas melaporkannya ke polisi.

Polisi yang menerima laporan dari korban lalu mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa HP pelaku dan juga HP korban.

Dikatakan terkait dengan kasus tersebut polisi meminta keterangan saksi ahli dari Uniflor Ende guna mengetahui dari sisi hukum akan arti tulisan yang dikirimkan pelaku ke korban.

Menurut AKP Aba Mean kasus pelanggaran UU IT yang ditangani polisi saat ini adalah kasus yang kedua dalam kurun waktu dua bulan terakhir karena sebelumnya juga ada kasus yang berhubungan dengan pelanggaran UU IT yakni penyebaran foto-foto tidak senonoh.

Untuk kasus tersebut berkasnya sudah dikirim ke jaksa di Kejaksaan Negeri Ende untuk proses hukum selanjutnya dan sudah dinyatakan P 21 atau lengkap.

Atas perbutannya itu Soemantri diancam dengan hukuman penjara selama 6 tahun karena melanggar paal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 3 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Tehknologi pasal 64 ayat 1 KUHP.

Menyikapi kasus tersebut polisi meminta kepada warga masyarakat agar berhati-hati memenfatkan keberadaan media sosial agar tidak bermasalah secara hukum.

Artinya keberadaan media sosial pada dasarnya dibuat untuk membantu warga untuk berinteraksi dengan sesame warga namun demikian tentu terbatas pada hal-hal positif namun kalau menyalahgunakan keberadaan media sosial yang ada tentu akan berdampak hukum karena sudah ada UU terkait dengan keberadaan tehknologi dan informasi.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!