Hindari Pungli, Kadin Minta Pelayanan Online Dibenahi

67

redaksi.co.id – Hindari Pungli, Kadin Minta Pelayanan Online Dibenahi

Kementrian Perhubungan mendapat banyak laporan terkait pungutan liar (pungli). Karena hal tersebut pelayanan sistem online dibentuk di instansi tersebut.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia bidang Perhubungan Carmelita Hartoto meminta adanya perhatian khusus terhadap pelayanan sistem online. Carmelita tidak ingin adanya sistem baru tetapi praktek pungli tetap berjalan.

“Sistem ini (online) ini perlu dipastikan sudah berjalan dengan baik dan benar-benar diaplikasikan, sehingga memudahkan dalam proses pelayanan,” ujar Carmelita Hartoto, Rabu (12/10/2016).

Selain sistem online, Carmelita juga mendukung peningkatan kesejahteraan para pegawai Kementerian Perhubungan. Jika hal itu diberlakukan, maka tidak ada lagi oknum-oknum di Kementerian yang berani melakukan praktek pungli.

“Dengan adanya peningkatan kesejahteraan, harusnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelayanan publik, sekaligus menghilangkan praktek yang berlawanan dengan hukum,” kata Carmelita Hartoto.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, ada enam PNS Kementerian Perhubungan diamankan terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh aparat gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Mereka ditemukan di ruangan Pelayanan Satu Pintu Kemenhub lantai enam Gedung Karya.

Enam orang itu terdiri dari tiga orang pegawai honorer, satu orang swasta dan dua orang pegawai staf golongan II D Kementerian Perhubungan berinisial AR, AD, D,T, dan NM.

Kejadian berawal dari laporan masyakarakat kemudian dikembangkan dan ditemukan uang sebesar Rp 34 juta yang diberikan kepada pegawai Kementerian saat meminta perizinan mengenai penerbitan buku pelaut.

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!