Jika Hillary Menang, Perang Dunia III akan Pecah

redaksi.co.id - Jika Hillary Menang, Perang Dunia III akan Pecah Seorang rekan dari Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap bahwa perdamaian dunia akan terancam jika capres AS...

11 0

redaksi.co.id – Jika Hillary Menang, Perang Dunia III akan Pecah

Seorang rekan dari Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap bahwa perdamaian dunia akan terancam jika capres AS Hillary Clinton terpilih menjadi Presiden AS.

Vladimir Zhirinovsky, seorang pensiunan anggota DPR Rusia yang terkenal akan komentar kontroversialnya, mengatakan hanya capres AS Donald Trump yang dapat meredam ketegangan antara AS dan Rusia.

“Warga AS yang akan memilih presiden mereka pada 8 November mendatang harus sadar bahwa mereka mendukung perdamaian dunia jika memilih Donald Trump,” kata Vladimir Zhirinovsky.

“Tapi, jika mereka memilih Hillary Clinton, Perang Dunia III akan pecah. Kejadian (bom atom) seperti di Hiroshima dan Nagasaki akan terjadi di mana-mana,” tambah Vladimir Zhirinovsky.

Menurutnya, hubungan antara AS dan Rusia sudah cukup hancur akibat retorika-retorika anti-Rusia yang kerap muncul selama kampanye pencalonan kepresidenan AS ini.

Ketegangan akan dapat semakin memburuk jika perang atau konflik mulai terjadi, yang dikatakan dapat memicu Perang Dunia III.

“Kemenangan bagi Donald Trump akan menjadi kesempatan bagi perdamaian dunia. Tapi, jika Hillary Clinton menang, ia akan menjadi Presiden AS terakhir yang pernah ada,” tambah Vladimir Zhirinovsky.

Donald Trump disebutkan sebagai satu-satunya orang yang memiliki ide brilian untuk mendamaikan AS dan Rusia, lebih baik ketimbang mengurus konflik Timur Tengah.

Sedangkan, Hillary Clinton disebutkan sebagai orang yang haus kekuasaan dan berpandangan AS-sentris, sehingga berbahaya karena dapat memicu perang.

Vladimir Zhirinovsky dikenal sebagai rekan dekat Vladimir Putin, yang kerap menimbulkan kontroversi melalui komentar-komentarnya.

Tak heran, Vladimir Zhirinovsky kerap disebut sebagai “Donald Trump dari Rusia”, mengingat capres Partai Republik itu pun sering memicu kontroversi melalui komentarnya. (Reuters/Daily Mail)

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!