Intip Kerennya Bunker Mewah Khusus Miliarder

redaksi.co.id - Intip Kerennya Bunker Mewah Khusus Miliarder Apa yang akan Anda lakukan apabila bencana besar datang melanda? Bersembunyi, melarikan diri atau berdiam diri meratapi nasib?Ketika...

26 0

redaksi.co.id – Intip Kerennya Bunker Mewah Khusus Miliarder

Apa yang akan Anda lakukan apabila bencana besar datang melanda? Bersembunyi, melarikan diri atau berdiam diri meratapi nasib?

Ketika sebagian besar masyarakat masih bingung dengan berbagai macam persiapan apabila terjadi bencana besar, miliarder dunia justru sudah dapat bersantai.

Sebuah bunker dibangun di daerah Rothenstein, Jerman. Namun tidak seperti bunker pada umumnya, bunker ini dikhususkan untuk menampung keluarga dari orang super kaya.

Melansir laman Forbes, bunker dibangun oleh perusahaan asal Amerika The Vivos Group. Setiap keluarga diberikan lahan tinggal seluas total 5.000 kaki persegi. Lahan dalam bunker tersebut bisa di desain sesuai dengan permintaan pemilik.

Sebelumnya, bunker tersebut pertama kali dirancang saat era Perang Dingin Soviet. Bunker itu dijadikan tempat menaruh senjata dan amunisi perang. Namun setelah perang dingin berakhir, pemerintah Jerman melelang kompleks bunker tersebut kepada publik. Total luas komplek yang dilelang mencapai 30,7 hektare.

Semua lahan tinggal dalam bunker ini dilengkapi dengan dua sistem iklim dan ventilasi yang bisa disesuaikan. Air dan listrik dihasilkan dari tenaga generator diesel. Generator ini juga berfungsi sebagai sistem back-up apabila terjadi hal-hal yang tidak diiginkan.

Untuk masuk dalam bunker, penghuni harus melewati dua pintu berlapis baja yang bisa menahan goncangan keras. Fasilitas tersebut dilaporkan tahan dari berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, hingga serangan nuklir.

Bunker sekelas hotel bintang lima ini memungkinkan penghuninya bertahan hidup di dalamnya selama setahun. Penghuni didalamnya akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, restoran hingga panggung teater.

(Vna/Ndw)

(red/atno/wi/anto/RDS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!