Terlibat Pembunuhan Capres, Purnawirawan Jenderal Kolombia Dibui

redaksi.co.id - Terlibat Pembunuhan Capres, Purnawirawan Jenderal Kolombia Dibui Seorang pensiunan jenderal polisi Kolombia dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas keterlibatannya dalam pembunuhan calon presiden Luis...

41 0

redaksi.co.id – Terlibat Pembunuhan Capres, Purnawirawan Jenderal Kolombia Dibui

Seorang pensiunan jenderal polisi Kolombia dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas keterlibatannya dalam pembunuhan calon presiden Luis Carlos Galan pada tahun 1989 silam.

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (25/11/2016), Jenderal Miguel Maza Marquez dinyatakan bersalah karena kontribusinya dalam pembunuhan tersebut. Ia diketahui mengurangi pengamanan di sekitar Galan pada hari-hari sebelum pembunuhannya.

Pada saat kejadian, Jenderal Maza menjabat sebagai kepala badan intelijen DAS.

Galan ketika itu ditembak mati saat tengah berkampanye di Kota Soacha pada 18 November 1989. Peristiwa pembunuhannya terjadi di hadapan ribuan orang. Mengejutkan Kolombia.

Kematian Galan memicu sebuah penyelidikan ekstensif. Hasilnya menunjukkan bahwa ia tewas dalam sebuah plot yang melibatkan saingan politiknya yang juga gembong narkoba, Pablo Escobar.

Sementara itu, tangan kanan Escobar, John Jairo Velasquez yang populer dengan julukan Popeye ditangkap pada tahun 1992. Ia menghirup udara bebas pada tahun 2014 setelah mendekam di balik jeruji besi selama 22 tahun dari 30 tahun masa hukumannya.

Sebelum pembunuhan terhadap dirinya, Galan dan keluarganya kerap mendapat ancaman pembunuhan.

“Jenderal Gaza, menggantikan kepala keamanan Galan yang lebih berpengalaman dengan seseorang yang relatif baru untuk tugas tersebut, ia dihukum karena konspirasinya dan “pembunuhan yang berujung terorisme”,” sebut Mahkamah Agung Kolombia dalam sebuah pernyataan.

Galan yang dalam kampanyenya telah bersumpah untuk mengekstradisi pemimpin kartel ke Amerika Serikat (AS) merupakan calon presiden unggulan dalam pilpres Kolombia tahun 1990. Ia meraih popularitas melalui kritiknya terhadap pengaruh kartel narkoba negara itu.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!