Kasus Rohingya, PKS Berharap Kemenlu Aktif Lakukan Diplomasi Kemanusiaan

redaksi.co.id - Kasus Rohingya, PKS Berharap Kemenlu Aktif Lakukan Diplomasi Kemanusiaan Kekerasan yang terjadi pada warga minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine Myanmar menjadi perhatian rakyat...

58 0

redaksi.co.id – Kasus Rohingya, PKS Berharap Kemenlu Aktif Lakukan Diplomasi Kemanusiaan

Kekerasan yang terjadi pada warga minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine Myanmar menjadi perhatian rakyat Indonesia.

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, berharap Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menangkap kepedulian rakyat Indonesia ini dan menindaklanjuti dengan langkah diplomasi kemanusiaan yang aktif dan solutif.

“Liputan media yang memberitakan kekerasan dan penyiksaan terhadap etnis Rohingya telah menjadi viral di sosial media dan menimbulkan keprihatinan bahkan gerakan kepedulian di kalangan rakyat Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Kemenlu harus sigap menyikapinya dengan langkah diplomasi kemanusiaan yang aktif dan solutif,” kata Jazuli melalui pesan singkat, Senin (28/11/2016).

Respon ini, kata Jazuli, bukan saja sebagai bentuk kepedulian atas kemanusiaan dan hak asasi manusia universal tapi juga amanat konstitusi yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi serta dalam rangka membebaskan penduduk dunia dari penjajahan dan ketertindasan.

“Indonesia bisa menjadi model bagi dunia, khususnya Myanmar, bagaimana membangun hubungan yang harmonis antara penduduk mayoritas dan minoritas,” kata Anggota Komisi I ini.

Jazuli menjelaskan di Indonesia tidak ada masalah dengan kaum minoritas, semua hidup berdampingan secara damai karena saling menghormati dan menghargai kebhinnekaan.

Tidak ada orang disiksa di Indonesia karena keyakinan dan statusnya sebagai minoritas.

Siapapun yang melanggar hukum, dari kelompok manapun, harus ditindak dan diproses scara hukum. Dan hal ini menjadi kesadaran hukum dan tuntutan masyarakat Indonesia.

“Dengan modalitas tersebut Indonesia bisa memainkan peran kuat dalam mendorong resolusi dan terminasi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar baik melalui saluran bilateral, regional ASEAN, maupun multilateral,” kata Jazuli.

(red/ahmat/dhy/urniawan/RAK)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!