Pengguna Massif, Medsos Pengaruhi Agenda Media Konvensional

redaksi.co.id - Pengguna Massif, Medsos Pengaruhi Agenda Media Konvensional Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto mengatakan pengguna media sosial kini bisa mempengaruhi agenda media...

40 0

redaksi.co.id – Pengguna Massif, Medsos Pengaruhi Agenda Media Konvensional

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto mengatakan pengguna media sosial kini bisa mempengaruhi agenda media konvensional. Hal ini terjadi sebagai akibat pertumbuhan pengguna media sosial yang cukup masif di Indonesia. “Kalau dulu agenda media mempengaruhi agenda publik, sekarang agenda media sosial mempengaruhi agenda media,” kata Henry ketika ditemui saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu 26 November 2016.Meski begitu, Henry menyayangkan banyaknya pelaku media sosial itu anonim, dan juga bermunculan media-media tidak jelas. Padahal, menurut dia, Undang-Undang Pers sudah mengatur jelas soal pers. “Harus berbadan hukum yang jelas, ada struktur organisasi yang jelas.”Bagi Henry, seburuk-buruknya media konvensional, masih bisa dimintai pertanggungjawaban jika ada sesuatu hal yang dianggap tidak sesuai. “Kalau acara TV misalnya bisa ke KPI, kalau soal pemberitaan bisa ke Dewan Pers.”Masalah muncul ketika informasi-informasi dari media yang tidak jelas dikonsumsi oleh masyarakat melalui media sosial. Henry menganggap media-media tidak jelas ini sulit dimintai pertanggungjawabannya jika ada informasi-informasi bohong disebarluaskan olehnya.Sementara itu Chairman Mastel Institute Nonot Harsono mengatakan masyarakat Indonesia termasuk yang cukup adaptif soal teknologi. Ditambah dengan banyaknya populasi smartphone, tentu akan membuat pengguna media sosial di Indonesia meningkat.Nonot menuturkan di media sosial banyak sekali informasi yang bisa didapatkan penggunanya. Baik informasi yang benar, maupun informasi yang tidak benar. “Masalahnya, banyak masyarakat dapat informasi dari media sosial.”Media sosial, diakui oleh Nonot, merupakan area di mana peluang berbagai kepentingan berada, dari mulai kepentingan politik sampai kepentingan bisnis. “Bahkan sampai ke bisnis kebencian,” tutur Nonot.Baca:iPhone 8 Dilaporkan Akan Punya Kamera 3D, Ini KelebihannyaMengandung 50 Jenis Racun, Begini Rokok Pengaruhi OtakXiaomi Mi 5C Bakal Meluncur 30 November, Ini Spesifikasinya

DIKO OKTARA

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!