4 Perempuan Cantik yang Pernah Mengisi Kehidupan Fidel Castro

redaksi.co.id - 4 Perempuan Cantik yang Pernah Mengisi Kehidupan Fidel Castro Di mata publik, merupakan sosok yang sangat berpengaruh di Kuba. Pria kelahiran 13 Agustus 1926...

58 0

redaksi.co.id – 4 Perempuan Cantik yang Pernah Mengisi Kehidupan Fidel Castro

Di mata publik, merupakan sosok yang sangat berpengaruh di Kuba. Pria kelahiran 13 Agustus 1926 itu, telah memerintah negara tersebut selama 50 tahun sebelum akhirnya mundur pada 2008 dengan alasan kesehatan.

Namun di samping kegiatan politiknya, Castro dikabarkan memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan. Bahkan, ia pernah menjalin hubungan dengan agen yang nyaris mengancam nyawanya.

Baca Juga

Seperti dikutip dari Russian Today, Minggu (27/11/2016), berikut empat yang dikabarkan pernah menjalin hubungan istimewa dengan Fidel Castro.

Marita Lorenz

Meski terdengar seperti cerita film mata-mata, namun salah satu wanita yang pernah dekat dengan Castro adalah seorang informan CIA. Perempuan bernama Marita Lorenz itu diduga dikirim oleh pemerintah AS untuk membunuh Castro.

Pertemuannya dengan Fidel Castro berawal ketika ia tiba di Havana, Kuba pada Februari 1959. Marita pun tinggal bersama Castro selama beberapa bulan dan hamil, namun ia menggugurkan kandungannya pada bulan ke tujuh.

Marita meninggalkan pulau itu dan bergabung dengan aktivis anti-Castro di Florida. Ia kemudian memberi kesaksian bahwa Francisco Fiorini yang berperan sebagai agen CIA merekrut dia untuk membunuh Castro.

Ketika kembali ke Kuba pada 1960, Marita tak jadi menaruh pil beracun ke Castro karena mengaku bahwa dirinya masih mencintainya.

Salah satu istri Castro yang dikenal oleh publik adalah Mirta Diaz-Balart yang berasal dari keluarga politikus kaya. Putri Rafael Jose Diaz-Balart itu bertemu dengan Castro ketika sedang melakukan studi filsafat di University of Havana.

Pasangan tersebut menikah pada 1948 dan memiliki seorang anak bernama Fidel Angel ‘Fidelito’ Castro Diaz-Balart. Namun pernikahan mereka mengalami keretakan dan keduanya memutuskan untuk bercerai pada 1955.

Mirta kemudian memutuskan untuk menikah lagi dengan lawan Fidel Castro, Emilio Nunez Portuondo, pendukung setia Fulgencio Batista, yang kemudian kekuasaannya digulingkan oleh Castro selama Revolusi Kuba.

Diaz-Balart tinggal di Spanyol bersama keluarga selama bertahun-tahun, di mana Castro Jr. berlajar di Uni Soviet. Mirta kembali ke Kuba pada 2006, setelah 40 tahun berada di pengasingan.

Castro bertemu dengan aristokrat bernama Natalia Revuelta pada 1950-an ketika ia masih menikah dengan Mirta. Natalia, yang juga dikenal dengan nama Naty, mendonasikan uang dan secara aktif mendanai gerakan yang dilakukan Castro dan oposisinya. Naty menikah dengan seorang ahli bedah terkemuka.

Menurut New York Times, Castro dan Revuelta saling berkirim surat yang berisi gairah dan semangat intelektual. Diskusi antara Naty dan Castro menyentuh ranah filsafat, revolusi, wacana politik, dan kekuasaan.

“Saya sangat bersemangat,” tulis Castro kepada Naty pada 1954 seperti dikutip dari New York Times. “Tulislah untukku, karena aku tidak bisa tanpa suratmu.”

Dari hubungannya dengan Castro, Natalia memiliki seorang putri bernama Alina Fernandez. Pada 1993, Naty meninggalkan Kuba menggunakan surat izin dan saat ini tinggal di Amerika Serikat.

Tak banyak yang diketahui soal Dalia Soto del Valle, yang diisukan menjadi pasangan Castro sejak 1960-an. Menurut media Kuba, pasangan tersebut memiliki lima orang putra yakni Antonio, Alejandro, Alexis, Alexander, dan Angel.

Castro juga dilaporkan telah menikahi Dalia pada 1980. Selama beberapa puluh tahun, rakyat Kuba tidak tahu tentang pasangan Castro. Dalia muncul pertama kali di TV Kuba pada 2001.

Namun, Castro diyakini memiliki banyak kekasih dan anak. Dalam buku “Without Fidel: A Death Foretold in Miami, Havana and Washington” yang terbit pada 2009, Ann Louise Bardach mengklaim bahwa Castro memiliki setidaknya 10 anak.

Dalam wawancara dengan Vanity Fair pada 1993, ketika ditanya berapa jumlah anak yang ia punya, Castro tersenyum dan menjawab, “hampir satu suku”.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!