Hong Kong Terbuka dan Robohnya 'Tembok Cina' di Bulutangkis

redaksi.co.id - Hong Kong Terbuka dan Robohnya 'Tembok Cina' di Bulutangkis Setelah hampir satu dekade kekuatan bulutangkis Cina merajai dunia, kini ternyata kekuatan mereka yang dulu...

52 0

redaksi.co.id – Hong Kong Terbuka dan Robohnya 'Tembok Cina' di Bulutangkis

Setelah hampir satu dekade kekuatan bulutangkis Cina merajai dunia, kini ternyata kekuatan mereka yang dulu begitu ditakuti memudar. Bahkan sepanjang tahun 2016, bisa dikatakan mereka tak lagi mampu ‘menggenggam’ dunia’.

Isyarat ini makin kentara dalam ajang Piala Thomas Cup di bulan Mei silam, yang mana secara memalukan tim Cina tak mampu melewati babak semi final. Ini merupakan corengan arang hitam di wajah tim Cina karena baru pertama kali terjadi dalam 37 tahun terakhir.

Tragedi itu berlanjut, pada ajang Olimpiade di Brasil beberapa bulan silam. Untuk pertama kali semenjak olah raga bola tepok ini dipertandingkan di Olimpiade, Cina hanya bisa membawa pulang hanya sekeping medali emas.

Tradisi ini jelas memalukan dan membuat ribut media massa Cina. Pelatih Cina Li Yong Bo yang dalam beberapa kesempatan kerap mengatakan bahwa sedang terjadi jeda regenerasi, ramai-ramai dituntut mundur.

Namun, Li YongBo yang dulu merupakan pemain ganda dengan patnernya Tia Bingyi, memilih bergeming seraya menyatakan apa yang kini dialaminya juga sempat terjadi di negara raksasa bulu tangkis lainnya, seperti Indonesia. Maka hal itu dianggap hal yang normal belaka.

“Kami sekarang merasakan apa yang juga dirasakan Indonesia,” kata Li seraya mengatakan sudah wajar terkadang semua pihak ada pada posisi lemah atau kuat. Indonesia lanjut Li, sebelumnya menjadi negara kuat, dan demikian dengan Denmark.

“China pun telah bangkit, tapi pada akhirnya sang juara akan pensiun dan generasi selanjutnya akan muncul perlahan,” katanya kepada Reuters.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!