Dari Jamuan Makan Berbayar, Ahok-Djarot Peroleh Dana Rp 500 Juta

redaksi.co.id - Dari Jamuan Makan Berbayar, Ahok-Djarot Peroleh Dana Rp 500 Juta Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot...

40 0

redaksi.co.id – Dari Jamuan Makan Berbayar, Ahok-Djarot Peroleh Dana Rp 500 Juta

Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat berhasil mengumpulkan dana kampanye sekitar Rp 500 juta dari makan malam bersama.

Ahok dan Djarot menghadiri penggalangan dana kampanye di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Acara diselenggarakan oleh Relawan Badja Darma. Pasangan petahana yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah, disambut hangat oleh para pendukungnya.

Jamuan makan berbayar itu, cukup mewah.

Beberapa tamu yang hadir, Yosi Project Pop, Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim, dan pemenang Indonesian Idol 2012 Regina Ivanova, yang turut menyumbangkan suaranya di acara tersebut.

Pendukung, per orangnya dikenakan Rp 5 juta untuk duduk yang satu meja dengan Ahok dan Djarot.

Sedangkan Rp 2,5 juta untuk puluhan bangku lainnya. Dari hasil jamuan makan malam itu, Ahok-Djarot memperoleh dana berkisar Rp 400 juta.

Tercatat ada 160 orang warga yang datang.

“Yang terkumpul Rp 500 juta. Sewa tempat sekitar Rp 100 juta,” ujar Ketua panitia acara dari kelompok relawan Badja Darma Marayuna Anwar Nasution saat ditemui di lokasi acara.

Selain jamuan makan berbayar, para pendukung juga diperkenankan untuk menyumbangkan uangnya.

Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum, untuk perorangan maksimal sumbang dana Rp 75 juta, sedangkan untuk perusahaan Rp 750 juta.

Sampai sekitar pukul 17.00, ucap Marayuna, sumbangan kampanye yang terkumpul sudah mencapai sekitar Rp 50 juta.

Marayuna menyatakan, pihaknya menargetkan dana yang terkumpul pada hari ini bisa mencapai Rp 200 juta.

Menurut Marayuna, semua dana yang terkumpul, baik dari jamuan makan maupun penggalangan sumbangan akan langsung diberikan ke tim sukses untuk kebutuhan logistik kampanye.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!