Anies Ingin Warga DKI Tidak Lagi Sewa tempat Tinggal

redaksi.co.id - Anies Ingin Warga DKI Tidak Lagi Sewa tempat Tinggal Calon gubernur Anies Baswedan akan menggalakan program kredit rumah murah bagi warga Jakarta, bila terpilih...

31 0

redaksi.co.id – Anies Ingin Warga DKI Tidak Lagi Sewa tempat Tinggal

Calon gubernur Anies Baswedan akan menggalakan program kredit rumah murah bagi warga Jakarta, bila terpilih dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

Untuk menjalankan program tersebut nantinya menurut Anies Pemporv DKI akan menggandeng Badan Usaha Mlik Negara (BUMN).

“Kami menginginkan ada program kredit rumah murah, kita akan bekerja sama Pemda dan BUMN untuk kredit rumah, baik rumah luar Rusun maupun Rusun, ” ujar Anies usai menyambangi sejumlah Rusunawa di Jakarta Barat, Senin (28/11/2016).

Program tersebut bertujuan agar setiap warga Jakarta memiliki rumah hak milik. Lantaran masih banyak warga DKI yang tidak memliki rumah sendiri di Jakarta.

“Intinya kami ingin warga Jakarta punya rumah, baik di tanah hak milik maupun hak guna, maka bukan menyewa tapi punya rumah, ini soal keadilan, bukan semata-mata rumah,” kata Anies.

Dengan memiliki rumah sendiri, warga akan mendapatkan keuntungan dari merangkak naiknya harga tanah dan bangunan di Jakarta. Selama ini menurut Anies banyak warga Jakarta yang tidak mendapatkan keuntungan tersebut.

“Ketika orang punya rumah, nilai dari rumah meningkat, ketika punya rumah mereka punya aset. Sehingga kesejahteraanya tinggi, karena harga rumahnya naik terus, ini soal keadilan,” papar Anies.

Selain program kredit rumah murah juga menurut Anies, secara bertahap warga yang selama ini tinggal d Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) akan dialihkan ke Rusunami (rumah susun sederhana milik). Sehinnga nantinya uang sewa bulanan warga selama ini menjadi uang cicilan kepemilikan Rusun.

“Bertahap lah. Akan arahnya dibuat ke Rusunami,” katanya.

Anies meyakini lahan di Jakarta masih cukup untuk menjalankan programnya tersebut. Apabila ditata dengan baik, banyak lahan yang dapat digunakan untuk hunian di Jakarta.

“Anda lihat misalnya di Hanoi (Vietnam) Kampung kumuh ditata sempit-sempit, ditata ke atas, kecil-kecil dibuat naik ke atas, setiap rumah dibuat tingkat,” pungkas Anies.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!