Conte dan Guardiola Beda Gaya, Siapa Bakal Jadi Pemenang?

redaksi.co.id - Conte dan Guardiola Beda Gaya, Siapa Bakal Jadi Pemenang? , Jakarta - Setelah melewati 13 pertandingan, Chelsea kini memuncaki klasemen Liga Inggris. The...

31 0

redaksi.co.id – Conte dan Guardiola Beda Gaya, Siapa Bakal Jadi Pemenang?

, Jakarta – Setelah melewati 13 pertandingan, Chelsea kini memuncaki klasemen Liga Inggris. The Blues mengemas nilai 31, unggul 1 angka atas Liverpool dan Manchester City yang ada di bawahnya.Posisi klasemen ini sangat pas menjadi konteks saat membicarakan dua pelatih pendatang baru: Antonio Conte, yang menangani Chelsea, dan Josep Guardiola, pelatih Manchester City.

Inilah dua pelatih hebat yang punya reputasi tinggi, sudah kenyang prestasi, dan kini bersaing ketat menjadi yang terbaik di Liga Inggris.Dari kiprah kedua pelatih pada awal musim ini, ujar Stan Collymore, mantan pemain Liverpool dan tim nasional Inggris, bisa ditarik perbedaan yang jelas. Conte adalah sosok yang fleksibel dan mampu beradaptasi untuk mengatasi masalah nyata yang dihadapinya.

Sedangkan Guardiola justru sebaliknya: sosok yang kukuh dengan desain besar favoritnya dan berusaha menyesuaikan tim dengan gayanya.Pada awal musim, Guardiola mampu meraih hasil baik dan tak terkalahkan dalam sepuluh laga.

“Orang-orang pun lantas gencar membicarakan soal dia yang merevolusi sepak bola Inggris,” kata Collymore. Tapi lantas ia diganggu masalah pertahanan. Para pemain belakangnya selalu mengoper kepada kiper. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu pun terus diganggu cedera pemain.Conte justru mengawali dengan kurang baik. Tapi dia mampu menyadari kesalahannya dan segera berubah. Semula memakai formasi 4-2-4, ia lantas beralih ke formasi 4-3-3 kemudian ke 3-4-3 karena melihat materi pemain yang ada di timnya.

Ia juga mau memanfaatkan Victor Moses yang tersia-sia dan memberikan kepercayaan lebih kepada Diego Costa. Hasilnya nyata, Chelsea kini memuncaki klasemen.Melihat perbedaan itu, Collymore pun sudah punya jagoan siapa yang akan menjadi pemenang pada akhir musim nanti.

“Bukan pelatih Spanyol (Guardiola) yang canggih, tapi pria kecil dari Lecce (Conte). Saya sangat suka melihat aksi dia yang penuh emosi di pinggir lapangan. Sangat luar biasa bagi pemain bisa melihat pelatihnya terlibat dalam setiap aksi mereka,” tuturnya.DAILY STAR | NURDIN

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!