5 Kecelakaan Pesawat yang Pernah Menimpa Tim Sepak Bola Dunia

redaksi.co.id - 5 Kecelakaan Pesawat yang Pernah Menimpa Tim Sepak Bola Dunia MEDELLIN--Tragedi kecelakaan pesawat asal Brasil, Lamia Airlines dengan nomor penerbangan CP2933 di Medellin, Kolombia...

65 0

redaksi.co.id – 5 Kecelakaan Pesawat yang Pernah Menimpa Tim Sepak Bola Dunia

MEDELLIN–Tragedi kecelakaan pesawat asal Brasil, Lamia Airlines dengan nomor penerbangan CP2933 di Medellin, Kolombia menyisakan duka mendalam. Pesawat yang mengangkut tim Serie A Brasil, Chapecoense jatuh pada Senin (28/11) waktu setempat dan menewaskan 76 penumpang. Hanya lima yang dilaporkan selamat dan masih berjuang hidup.

Kepolisian Medellin memastikan, dari 22 pemain, ditambah pelatih dan official tim, anggota Chapecoense yang selamat dikabarkan hanya ada dua orang saja. Yakni pemain bertahan, Alan Luciano Ruschel dan kiper cadangan Jackson Follman.

Kabar sempat menyebutkan kiper utama, Marcos Padilha alias Danilo selamat dengan wajah yang masih dapat dikenali. Akan tetapi, sang pahlawan yang mengantar klub berumur 43 tahun itu untuk pertama kalinya ke final turnamen lintas negara dikabarkan tutup usia di rumah sakit.

Kisah kecelakaan tragis pesawat yang menimpa tim sepak bola bukan pertama kali ini terjadi. Berikut 5 tragedi kecelakaan pesawat yang menelan korban anggota tim sepak bola dunia:

Tragedi Superga

Sebuah tragedi kecelakaan pesawat dialami klub Liga Italia, Torino pada 4 Mei 1949. Seluruh pemain, staf maupun wartawan yang dibawa dalam pesawat dinyatakan meninggal. Tragedi ini terjadi setelah Torino menggelar laga persahabatan dengan klub Portugal, Benfica di Kota Lisabon. Pesawat yang mereka tumpangi menabrak dinding Basilika Superga.

Hasil investigasi mengungkap pesawat kurang visibilitas sehingga terbang terlalu rendah. Tragedi yang dialami klub Torino dikenal sebagai Tragedi Superga. Akibat kecelakaan ini, timnas Italia kehilangan kekuatan. Sebab, banyak pemain Azzurri berasal dari Torino saat itu.

Tragedi Muenchen

Tragedi mengharukan terkait kecelakaan pesawat juga pernah menimpa raksasa Inggris Manchester United (MU). Pada 6 Februari 1958, pasukan Iblis Merah hendak mendarat di Bandara Munich-Riem, Muenchen, Jerman untuk berhenti sementara guna mengisi bahan bakar usai terbang dari Beograd, Yugoslavia. Sebelumnya, di Yugoslavia mereka melakoni laga melawan Red Star Belgrade dalam sebuah turnamen Eropa.

Namun, setelah pengisian bahan bakar selesai, pesawat yang hendak lepas landas menuju Inggris malah tergelincir di lintasan bandara. Akibatnya, pesawat menabrak pagar pembatas dan bangunan di sekitar bandara. Sebanyak 20 dari 44 penumpang tewas. Delapan di antaranya adalah penggawa MU yang dulu dikenal sebagai bagian dari era kejayaan Sir Matt Busby.

Deportes Green Cross

Tiga tahun setelah kabar kecelakaan di Eropa, pada 3 April 1961 insiden serupa terjadi di Cile, Amerika Selatan. Saat itu klub setempat Deportes Green Cross mengalami kecelakaan di Pegunungan Andes. Tercatat 24 penumpang tewas, delapan di antara korban adalah anggota tim Deportes Green Cross.

Alianz

Pada 8 Desember 1987, klub asal Peru, Alianza harus kehilangan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial yang ikut dalam penerbangan Fokker F27-400M. Pesawat yang disewa khusus membawa 44 penumpang termasuk anggota tim Alianz yang terdiri dari 16 pemain tewas jatuh di Samudera Pasifik. Uniknya, hanya sang pilot, Lieutenant Edilberto Villar yang selamat dalam insiden ini.

Timnas Zambia

Kecelakaan yang melibatkan Timnas Zambia ini terjadi pada 27 April 1993. Saat itu Timnas Zambia hendak terbang ke Senegal untuk melakoni laga kualifikasi Piala Dunia di Kota Dakar, Senegal menggunakan Zambian Air Force de Havilland Canada DHC-5D Buffalo. Namun, pesawat militer yang mereka tumpangi jatuh di Samudera Atlantik. Sebanyak 30 penumpang dan kru tewas. Ada 18 pemain Timnas Zambia yang ikut jadi korban.

Tragedi ini sangat disayangkan karena saat itu dunia sedang dihibur oleh kekuatan baru asal Afrika dalam permainan yang ditunjukkan Zambia. Kala itu, anggota dari tim yang sama membantai Italia di Olimpiade Seoul 1988 dengan skor 4-0. Langkah mereka menuju Piala Dunia juga amat menjanjikan.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!