Boediono: Utang Adalah Sumber Penyakit

redaksi.co.id - Boediono: Utang Adalah Sumber Penyakit Mantan Wakil Presiden (Wapres) atau Menteri Keuangan (2001-2004), Boediono meminta pemerintah terus menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...

57 0

redaksi.co.id – Boediono: Utang Adalah Sumber Penyakit

Mantan Wakil Presiden (Wapres) atau Menteri Keuangan (2001-2004), Boediono meminta pemerintah terus menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di batas aman maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan rasio utang 60 persen dari PDB. Rambu-rambu pengamanan APBN ini merupakan amanat Undang-undang (UU) Keuangan Negara.

“Jaga defisit, jangan sampai melebihi batas aman. Amati terus utang, karena utang adalah sumber penyakit,” tegas Boediono dalam Seminar Nasional Tantangan Pengelolaan APBN dari Masa ke Masa di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Menurutnya, apabila pemerintah lalai mengendalikan utang, kemudian sewaktu-waktu besaran utang dan rasio utang meningkat, pemerintah akan sulit mengatasi hal tersebut. Boediono berharap, utang jangan sampai menjadi penyebab krisis.

“Kalau kita lalai, utang naik, suatu saat kita terpojok lalu tidak bisa mengatasi masalah ini. Kalau rasio utang terhadap PDB terus turun, dan dijaga, itu sangat baik tapi kan utang tidak hanya pemerintah, ada swasta juga,” tutur Boediono.

Jika ada wacana merevisi UU Keuangan Negara dengan membolehkan defisit lebih dari 3 persen dan rasio utang lebih dari 60 persen, Boediono memperingatkan untuk berhati-hati.

“Kalau ada wacana melepas (batas aman defisit dan rasio utang), hati-hati saja lah. Nanti APBN bisa lepas kendali lagi, karena APBN itu godaannya besar sekali, kancah tarik menarik kekuatan politik yang besar sekali,” ucapnya.

“APBN tidak boleh menjadi bagian dari persoalan tapi bagian dari solusi. Ini yang kita coba melaksanakannya selama bertahun-tahun,” Boediono menandaskan.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!