Roy Hodgson Muak Dengan Islandia

redaksi.co.id - Roy Hodgson Muak Dengan Islandia Mantan manajer timnas Inggris itu masih sulit menerima kenyataan disingkirkan negara kecil tersebut pada Euro 2016 kemarin.OLEH ADHE MAKAYASA...

27 0

redaksi.co.id – Roy Hodgson Muak Dengan Islandia

Mantan manajer timnas Inggris itu masih sulit menerima kenyataan disingkirkan negara kecil tersebut pada Euro 2016 kemarin.

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitter

Roy Hodgson mengaku muak mendengar Islandia dan segala hal yang berkaitan dengan negara tersebut.

Pria berusia 69 tahun itu bersikap demikian lantaran belum menerima kenyataan disingkirkan tim underdog tersebut pada Euro 2016 kemarin, di mana Inggris yang ia tangani takluk 2-1 di babak 16 besar.

Mengenang itu, Hodgson mengatakan: Saya tidak pernah ingin mendengar kata Islandia lagi. Laga tersebut adalah sebuah kejutan besar, ujarnya kepada The Times. Semuanya terbuai oleh rasa aman yang palsu. Tidak hanya pelatih, tapi juga pemain.

Kami telah melakukan semua persiapan untuk pertandingan melawan Islandia dan itu berjalan baik. Sesi latihannya bagus, semuanya termotivasi. Kami menjalani pertandingan dengan pikiran bahwa kami lebih bagus daripada ini, kami punya pemain yang lebih bagus, kami berada dalam kondisi apik, dalam performa bagus, kami percaya diri dan harusnya berjalan sesuai rencana kami namun itu justru menjatuhkan meski kami sempat unggul terlebih dahulu saat laga berjalan beberapa menit.

Tapi mereka langsung membalas dan itu bagaikan sebuah pukulan, dan kemudian datang gol kedua yang tampak menjadi momentum buat mereka, itu mengembalikan kepercayaan diri mereka dan beberapa pemain kami justru termenung.

Anda mulai melihat rasa takut yang muncul dan rasa percaya diri yang menurun dan Anda mulai berpikir: Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan ini?

Saat babak kedua saya berpikir, Ini tidak mungkin terjadi, ini bagaikan momen buruk, kami tidak bisa melewati hidup setelah momen ini dan Apa yang bisa kita lakukan, pergantian apa yang bisa dilakukan?

Sebagian diri saya memikirkan taktik dan sebagian lainnya adalah jantung yang berdetak lebih kencang karena ini tidak seperti rencana kami.

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!