Sekolah di Taiwan Gelar Parade Nazi, Perwakilan Israel Protes

redaksi.co.id - Sekolah di Taiwan Gelar Parade Nazi, Perwakilan Israel Protes Seorang kepala sekolah di Taiwan bernama Cheng Hsiao Ming secara resmi mengundurkan diri, Senin (26/12)....

18 0

redaksi.co.id – Sekolah di Taiwan Gelar Parade Nazi, Perwakilan Israel Protes

Seorang kepala sekolah di Taiwan bernama Cheng Hsiao Ming secara resmi mengundurkan diri, Senin (26/12). Hal ini dilakukan setelah diselenggarakannya sebuah reli yang menggunakan simbol Nazi di institusi pendidikan yang ia pimpin.

Cheng merupakan kepala sekolah menengah atas, Kuang Fu. Pada Jumat (23/12) lalu, sekolah yang terletak di wilayah Hsinchu itu menggelar acara parade yang dibawakan para siswa.

Mereka tampil dengan menengenakan seragam ala tentara Nazi dan membawa spanduk swastika yang besar. Bahkan, para siswa yang mengikuti reli itu juga memberi salam hormat ala gerakan yang dipimpin Adolf Hitler itu.

Hal itu kemudian menimbulkan protes, khususnya dari perwakilan Israel di Taiwan. Acara yang dinilai kontroversial itu disebut menjadi tanggung jawab penuh Cheng.

Ia dalam pidato pengunduran dirinya juga mengakui harus bertanggung jawab memberi pelajaran baik bagi para siswa. Parade kali itu diselenggarakan atas ide siswa dan nantinya, mereka akan diberi pengetahuan mendalam.

“Sebagai pendidik, kami haus mengajarkan siswa untuk memiliki nilai yang tepat dan kami akan belajar dari kesalahan ini,” ujar Cheng, dilansir BBC, Senin (26/12).

Parade bermula dari seorang siswa yang terinspirasi oleh Adolf Hittler. Tema Nazi juga dipilih dalam acara parade karena dinilai mudah ditiru, terutama hanya dengan menggunakan seragam sekolah mereka.

Perwakilan Israel di Taiwan, Asher Yarden menulis bahwa acara itu merupakan bukti kurang cukupnya pengetahuan para murid di Fu Kuang. Ia juga mengatakan akan memanggil semua pihak berwenang di negara itu dan memberi pengajaran di sekolah-sekolah mengenai Holocaust.

“Kami akan memulai program pendidikan yang memperkenalkan arti dari Holocaust dan mengajarkan sejarah, serta maknanya secara universal,” ujar Yarden.

Atas kejadian ini, kantor kepresidenan Taiwan juga mengeluarkan pernyataan maaf. Pemerintah negara itu menekankan akan bersikap lebih bijaksana terkait isu-isu sensitif.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!