2016 Disebut Era Emas MotoGP

redaksi.co.id - 2016 Disebut Era Emas MotoGP Balapan MotoGP musim 2016 menghadirkan Marc Marquez sebagai juaranya. Terlepas dari itu, balapan musim ini juga menciptakan sejumlah rekor...

30 0

redaksi.co.id – 2016 Disebut Era Emas MotoGP

Balapan MotoGP musim 2016 menghadirkan Marc Marquez sebagai juaranya. Terlepas dari itu, balapan musim ini juga menciptakan sejumlah rekor dan kejutan, salah satunya adalah kehadiran Maverick Viales yang mendapat panggung dengan penampilannya yang memukau.

Marquez menjadi juara dunia dengan keunggulan 49 poin dari rival terdekatnya, Valentino Rossi. Ini merupakan gelar juara dunia ketiga bagi Marquez di kelas MotoGP, atau kelima di berbagai kelas (sekali di kelas 125cc dan sekali di Moto2).

Prestasi tersebut terbilang sangat luar biasa, mengingat pebalap yang memiliki julukan “The Baby Alien” itu baru berusia 23 tahun. Dia menjadi pebalap termuda yang mampu memenangi tiga titel juara dunia di kelas premier. Bahkan, untuk urusan ini, Marquez mampu mengalahkan sang legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi.

Satu hal lain yang membedakan Marquez dengan Rossi ataupun Lorenzo yang mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga adalah konsistensi. Musim ini, Marquez

memang hanya memenangi balapan sebanyak lima kali. Namun dari 18 seri yang digelar, hanya sekali ia gagal meraih poin, yakni saat balapan di Australia. Bandingkan dengan Rossi yang gagal finis empat kali atau Lorenzo yang tiga kali gagal mencapai garis finis.

Marquez juga konsisten mendapatkan podium. Dari 18 seri, Marquez hanya enam kali gagal naik podium. Sementara di sisa balapan ia pernah empat kali naik podium dua, dan tiga kali naik podium tiga.

Di luar prestasi gemilang Marquez itu, balapan MotoGP tahun 2016 ini juga menghadirkan persaingain yang sangat ketat, bahkan jauh lebih ketat di banding musim-musim sebelumnya.

Di musim 2016 ini tercatat ada sembilan pebalap berbeda dari empat pabrikan dan enam tim berbeda yang berhasil memenangi balapan. Kesembilan pebalap tersebut adalah Marc Marquez, Dani Pedrosa, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, Jack Miller, dan Maverick Vinales. Ini menjadi sebuah rekor baru!

Persaingan di antara para pebalap yang makin merata itu tak lepas dari diterapkannya regulasi baru penggunaan perangkat elektronik seragam pada MotoGP 2016. Kebijakan itu membuat peta kekuatan tim pabrikan dan satelit menjadi lebih merata. Selain penyeragaman perangkat elektronik, MotoGP juga menerapkan peraturan larangan pengembangan mesin di tengah musim (engine freeze).

Persaingan yang ketat itu dinlia Jorge Lorenzo membuat MotoGP kini memasuki periode emasnya. Saat ini MotoGP sedang ada di era keemasan. Kami beberapa kali melewati masa sulit ketika hanya 17 motor di lintasan pada tiga atau empat tahun lalu. Saat ini ada 23 motor yang bertanding, dan ada kemungkinan 18 motor yang bisa menjuarai balapan, kata Lorenzo dikutip dari Crash.

MotoGP memang sempat mengalami masa-masa sulit sepanjang musim 2012 hingga 2014. Ketika itu hanya ada tujuh tim pabrikan dan satelit yang bertanding, membuat pihak MotoGP memberi tempat untuk tim CRT/Kelas Terbuka yang memiliki kemampuan finansial lebih sedikit.

Persaingan musim depan diprediksi akan semakin sengit dengan kedatangan tim baru. Red Bull KTM menjadi tim debutan di MotoGP musim depan, yang akan bersaing dengan lima pabrikan sebelumnya; Honda, Yamaha, Ducati, Suzuki, Aprilia.

Pada musim pertamanya, KTM bakal diperkuat oleh dua pebalap kawakan, Bradley Smith dan Pol Espargaro. Masuknya KTM membuat jumlah pembalap MotoGP semakin banyak. Kini, ada 23 pebalap yang akan berlaga di MotoGP.

Tahun ini ada sembilan pebalap berbeda jadi pemenang. Tahun depan akan ada tiga pabrikan yang memiliki juara dunia sebagai rider-nya. Keadaan ini akan menjadi menarik untuk penonton pastinya, sambung Lorenzo yang musim depan akan membalap di bawah bendera Ducati.

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!