8 Alasan Mengapa Investasi Reksadana Itu Lebih Menguntungkan dari Emas

57

redaksi.co.id – 8 Alasan Mengapa Investasi Reksadana Itu Lebih Menguntungkan dari Emas

Tentu bukan sebuah cerita baru lagi, jika emas telah begitu populer di kalangan masyarakat luas, sehingga kebanyakan dari Anda menjadikan di dalam keuangan.

Sejak puluhan tahun lalu, Anda terbiasa dengan logam mulia ini, di mana para orang tua memang kebanyakan berinvestasi dalam bentuk emas perhiasan. Mudah didapatkan dan mudah juga dijual, dengan nilai investasi yang cukup menguntungkan, itulah mengapa emas menjadi pilihan banyak orang dalam melakukan investasi.

Berbanding terbalik dengan emas, reksadana yang memiliki nilai investasi tinggi ini justru hanya dimiliki oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia, jumlahnya bahkan tidak sampai 10% saja. Entah karena kurang populer atau karena hadir belakangan, reksadana memang tidak memiliki banyak peminat seperti layaknya emas.

Padahal jika dilihat dari return yang diberikan, reksadana tentu bisa memberikan return yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan emas. Namun, investasi yang terbilang sederhana ini justru tidak bisa sepopuler emas yang menjadi pilihan investasi bagi hampir semua kalangan.

Bagi yang menginginkan investasi dengan return yang cukup tinggi, maka reksadana tentu lebih menjanjikan. Bukan hanya itu saja, investasi ini bahkan memiliki berbagai kelebihan di dalamnya, simak beberapa keunggulan reksadana jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk emas berikut ini:

Return Reksadana viasatujam.com

Di dalam setiap investasi yang Anda lakukan, tentu akan selalu mengharapkan return yang tertinggi yang bisa didapatkan dari instrumen yang dibeli. Hal ini akan Anda dapatkan di dalam reksadana, sebab return yang diberikan investasi ini bahkan jauh lebih tinggi daripada emas batangan.

Di dalam catatan Bloomberg, selama 5 tahun terakhir ini, return yang didapatkan obligasi lebih besar jika dibandingkan dengan return emas batangan. Perbandingan yang diambil di sini adalah obligasi, sebab jika membandingkannya dengan saham, maka risikonya akan jauh berbeda sebab saham memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan emas batangan.

Dari hasil perbandingan ini diketahui bahwa, return yang didapatkan emas cenderung merosot atau stagnan, sementara return yang didapatkan obligasi mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan PT. Aneka Tambang selaku produsen emas nasional terbesar, diketahui bahwa harga emas batangan berkisar antara Rp550.000 per gram. Artinya, untuk berinvestasi dalam bentuk emas, Anda membutuhkan dana sekitar Rp500 ribuan, ini belum termasuk dengan biaya sewa untuk tempat penyimpanannya.

Sedangkan di dalam reksa dana, Anda bahkan bisa melakukan investasi dengan dana sebesar Rp100.000,- saja, di mana Anda bisa melakukan transaksi ini dengan mudah secara online.

Tidak Memiliki Risiko Hilang via mengelolakeuangan.com

Emas memiliki wujud fisik, sehingga Anda memiliki risiko kehilangan atas investasi tersebut. Untuk itu, Anda harus memiliki antisipasi yang baik dalam menjaga keamanannya setiap saat.

Sedangkan reksadana tidak memiliki wujud fisik, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan investasi ini. Semua yang berhubungan dengan aset reksadana, baik itu bunga atau deviden, akan dikelola dan disimpan oleh bank kustodian. Anda tidak perlu bingung oleh masalah keamanan dan juga hal lainnya, terkait dengan investasi Anda dalam bentuk reksadana tersebut.

Saat berinvestasi dalam bentuk emas, Anda harus memastikan keamanan aset tersebut selama 24 jam penuh. Sebagian besar orang akan memilih menggunakan untuk Safe Deposit Box (SDB) yang ada di bank, di mana tempat tersebut tentu akan jauh lebih aman daripada di rumah.

Namun, menggunakan SDB tentu akan membuat Anda memiliki kewajiban untuk membayar biaya sewa yang juga tidak murah, setidaknya akan dikenakan biaya sebesar Rp400-500 ribu per tahunnya, itu juga masih dalam ukuran yang kecil.

Hal seperti ini tidak akan ditemui saat berinvestasi dalam bentuk reksadana, sebab semua harta reksadana akan disimpan oleh bank kustodian. Terkait dengan biayanya, fee bank kustodian ini akan dibayarkan oleh semua pemegang reksadana, sehingga jumlahnya akan jauh lebih kecil dan ringan.

Diversifikasi Investasi viablogrollcenter.com

Di dalam investasi emas, Anda tidak akan menemukan diverisfikasi, di mana hal ini tentu akan menjadi resiko yang cukup besar atas investasi tersebut. Sedangkan reksadana memiliki keunggulan dalam hal ini, di mana sejumlah dana Anda akan ditanamkan pada beberapa jenis saham dan obligasi sekaligus, sehingga risikonya menjadi rendah.

Tidak rumit dan sulit, semua kegiatan di dalam investasi reksadana akan dikelola langsung oleh manajer investasi yang profesional dan ahli di bidangnya. Anda tidak perlu bersusah payah untuk membaca pasar atau bahkan menganalisa berbagai perubahan yang terjadi di dalamnya.

Namun jika Anda berinvestasi dalam bentuk emas, maka setidaknya Anda harus memiliki keahlian dalam melakukan analisa pasar yang ada, sebab semua keputusan investasi akan diambil langsung oleh Anda.

Risiko Pemalsuan viaasurea.com

Emas selalu memiliki risiko pemalsuan, baik itu yang dibeli dalam bentuk perhiasan ataupun dalam bentuk batangan.Namun risiko ini hampir tidak ditemukan di dalam reksadana, sebab investasi ini tidak memiliki bentuk fisik dan tidak mengalami perpindahan tangan sama sekali. Proses jual beli reksadana juga dilakukan secara scriptless (tidak pakai sertifikat), sehingga risiko pemalsuannya tidak ada.

Saat berinvestasi dalam bentuk emas, Anda akan mendatangi toko atau butik emas di seAndar lokasi Anda. Membelinya dan menyimpannya ke SDB di bank, di mana semua proses ini tentu akan mengandung risiko dan cukup merepotkan. Belum lagi jika ternyata Anda kelak berniat untuk menjualnya kembali, maka Anda akan mengulang kegiatan yang sama.

Namun saat berinvestasi di dalam reksadana, Anda bahkan bisa melakukannya dengan mudah dan cepat secara online. Bahkan penjualan dan juga pembelian ini bisa Anda lakukan dengan cepat, tanpa harus bersusah payah ke luar rumah.

Meski tidak sepopuler emas, reksadana tetap memiliki sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan logam mulia tersebut. Jika sejumlah return yang tinggi adalah tujuan investasi sejak awal, maka reksadana bisa dijadikan sebagai pilihan, sebab instrumen ini memang memiliki return yang lebih baik jika dibandingkan dengan emas.

Sejumlah keunggulan lainnya juga patut dijadikan sebagai pertimbangan sebagai media untuk Anda yang ingin berinvestasi, sebab investasi ini selaincukup menjanjikan juga memiliki risiko yang rendah.

(red/uli/etiyo/udi/JSB)

loading...

Comments

comments!