Nilai UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu

142

redaksi.co.id – Nilai UMR Terkini yang Pekerja Wajib Tahu

Ketika Anda sudah bekerja di suatu perusahaan, mendapatkan gaji menjadi hal yang sangat ditunggu. , jumlahnya sudah diperhitungkan oleh perusahaan sesuai dengan jenjang pendidikan, standar perusahaan dan biaya hidup. Informasi terkini per 1 Januari 2017, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menetapkan nilai UMR (Upah Minimum Provinsi) terbaru dan mulai diberlakukan.

Secara umum, besaran nilai UMR mengalami kenaikan di setiap provinsi. Sebagai contoh, di Jakarta kenaikan UMR menjadi Rp 3.355.750 dari nilai sebelumnya Rp 3.100.000. Artinya, UMR di Jakarta mengalami kenaikan sebesar 8,25% atau Rp 255.750 dari UMR tahun 2016. Sebagai pekerja Anda tahu pentingnya mengetahui berapa UMR yang layak Anda dapatkan. Tujuannya, Anda lebih mengenali hak-hak Anda sebagai pekerja dan terhindar dari upah tak layak. Cermati apa itu UMR, nilai UMR terbaru dan komponen penting dalam perhitungan gaji UMR. Berikut ulasan lengkapnya.

UMR atau Upah Minimum Regional adalah suatu standar yang digunakan oleh para pengusaha dan pelaku industri dalam memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Adanya penerapan gaji UMR digunakan untuk melindungi hak para tenaga kerja dalam mendapatkan upah yang layak dan sesuai dengan beban kerja.

Berdasarkan Permenaker No. 1 Tahun 1999 tentang Upah Minimum, UMR terbagi menjadi dua yaitu UMR tingkat I yang berada di Provinsi dan UMR tingkat II di Kota/ Kabupaten. Namun dengan adanya Kepmenakertrans No. 226 Th 2000, UMR tingkat I telah dirubah namanya menjadi Upah Minimum Provinsi (UMP); dan UMR tingkat II diubah menjadi Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK).

Provinsi

Jumlah UMR

Provinsi

Jumlah UMR

DKI Jakarta

Rp 3.355.750

Sulawesi Tenggara

Rp 2.002.625

Papua

Rp 2.663.646

Sumatera Utara

Rp 1.961.354

Sulawesi Utara

Rp 2.598.000

Bali

Rp 1.956.727

Bangka Belitung

Rp 2.534.673

Maluku Utara

Rp 1.975.000

Sulawesi Selatan

Rp 2.500.000

Sumatera Barat

Rp 1.949.284

Aceh

Rp 2.500.000

Banten

Rp 1.931.180

Papua Barat

Rp 2.416.855

Maluku

Rp 1.925.000

Sumatera Selatan

Rp 2.388.000

Lampung

Rp 1.908.447

Kalimantan Utara

Rp 2.358.800

Kalimantan Barat

Rp 1.882.900

Kepulauan Riau

Rp 2.358.454

Sulawesi Tengah

Rp 1.807.775

Kalimantan Timur

Rp 2.339.556

Bengkulu

Rp 1.730.000

Kalimantan Selatan

Rp 2.258.000

Nusa Tenggara Timur

Rp 1.650.000

Riau

Rp 2.266.722

Nusa Tenggara Barat

Rp 1.631.245

Kalimantan Tengah

Rp 2.222.986

Jawa Barat

Rp 1.420.624

Jambi

Rp 2.063.000

Jawa Timur

Rp 1.388.000

Gorontalo

Rp 2.030.000

Jawa Tengah

Rp 1.367.000

Sulawesi Barat

Rp 2.017.780

Yogyakarta

Rp 1.337.645

Berdasarkan data nilai UMR di atas, ibu kota Indonesia DKI Jakarta adalah daerah dengan nilai UMR tertinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia. Sedangkan kenaikan UMR paling tinggi adalah provinsi Papua yaitu sebesar 9,39%. Setiap kenaikan tersebut telah dilakukan berdasarkan proses perhitungan dan berdasarkan faktor-faktor pokok yang telah ditetapkan.

UMR Bukan Upah Pokok viasundaynews.co.zw

Umumnya, orang berpikir nilai UMR itu sama dengan nilai upah pokok. Faktanya, tidak sama. Penjelasannya, UMR adalah upah yang telah berisi gaji pokok dan tunjangan lainnya yang telah ditetapkan. Sementara itu, upah pokok adalah nilai dari gaji pokok saja. Gaji pokok sendiri adalah gaji yang jumlahnya diterapkan sesuai dengan peraturan dan kebijakan perusahaan. Upah pokok jumlahnya lebih kecil dari UMR karena belum termasuk nilai tunjangan. Kenali dan pahami perbedaannya.

Penetapan UMR viafront.co.uk

Penetapan nilai UMR ditetapkan berdasarkan dari perhitungan oleh Dewan Pengupahan Daerah (DPD). DPD memiliki tim survei untuk turun ke lapangan guna melakukan survei untuk mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Survei dari sejumlah kota dalam provinsi tersebut menjadi perwakilan untuk pengolahan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) perorangan yang belum menikah/berkeluarga di setiap provinsi. Selanjutnya, dari hasil KHL, DPD mengusulkan upah minimum provinsi atau yang sering dikenal dengan istilah UMR, diajukan kepada Gubernur untuk disahkan.

Komponen UMR viathegaptek.com

Hal yang menjadi komponen dalam UMR berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah, adalah:

Satu lagi hal yang perlu Anda ketahui, saat Anda menerima gaji bulanan yang biasanya sudah merupakan terdiri dari jumlah gaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap. Gaji yang Anda terima itu bukan tergolong upah minimum. Sebab, menurut Undang-undang pasal 94 no.13 tahun 2003 tentang Tenaga Kerja, menyebutkan komponen upah minimum hanya dan tunjangan tetap. Sedangkan, tunjangan tidak tetap tidak termasuk dalam komponen upah minimum.

Sebagai seorang pekerja dan calon pekerja, Anda perlu memahami nilai UMR terkini. Hal ini menjadi hal penting agar Anda mendapatkan upah yang layak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan terhindar dari diupah dibawah standar.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!