Komisi D DPRD Kota Bekasi: Rawan Penyimpangan, Penerimaan Peserta Didik Baru Dilaksanakan Dalam Dua Tahap

BEKASI Redaksi.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kota Bekasi pada 2015 ini, direncanakan bakal dilaksanakan dalam dua tahap. Rencana tersebut, ditolak oleh Komisi D...

10 0

BEKASI Redaksi.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kota Bekasi pada 2015 ini, direncanakan bakal dilaksanakan dalam dua tahap. Rencana tersebut, ditolak oleh Komisi D DPRD Kota Bekasi.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi, Daddy Kusrady mengaku, pelaksanaan PPDB Online Kota Bekasi lebih baik menggunakan murni 100 persen seperti tahun sebelumnya.

Dia menilai, PPDB Online dua tahap rawan terhadap kecurangan.

Menurut saya, tidak jauh berbeda dengan sistem bina lingkungan yang menyisakan banyak persoalan, kata Deddy kepada Redaksi.co.id, Jum’at (15/05/2015).

Menurut Daddy, Komisi D DPRD Kota Bekasi tetap berpatokan kepada Peraturan Daerah (Perda) yang sudah dua tahun dijalankan tentang PPDB Online 100 Persen, karena dianggap adil dan transparan.

Kepsek akan tenang, Disdik merasa nyaman, Dewan aman. Menurut saya, pro dan kontra sebuah kebijakan itu biasa, imbuhnya.

Dikatakan Daddy, kekhawatiran penyimpangan pada PPDB Online dua tahap tersebut karena masyarakat menganggap PPDB Online dua tahap sebagai metamorfose sistem Bina Lingkungan tiga tahun lalu yang menyisakan banyak persoalan.

Kami akan meminta Disdik untuk merevisi peraturan tentang bangku kosong akibat siswa diterima tidak mendaftar ulang dengan memanggil siswa di urutan berikutnya berdasarkan NEM hasil UN atau passing grade, tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana akan melaksanakan PPDB Online Kota Bekasi 2015 dalam dua tahap. Hal ini lahir, karena pada proses PPDB Online 100 persen tahun 2013 menyisakan bangku kosong sebanyak 825, dan 1.250 pada 2014.

Kondisi ini terjadi karena siswa yang diterima via PPDB Online 100 persen ini, tidak melakukan daftar ulang dengan alasan lokasi sekolah jauh dari tempat tinggal. Sehingga mereka memilih sekolah swasta yang lebih dekat.

Sementara itu, ada aturan perda yang melarang bangku kosong diisi oleh siapa pun.

Untuk mengantisipasi adanya kekosongan bangku, maka Disdik Kota Bekasi mengusulkan PPDB Online 2015 dua tahap, yakni umum dan lokal, kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dedi Junaedi.

Dedi menjelaskan, untuk jalur PPDB Online Umum, Disdik Kota Bekasi tetap menggunakan sistem PIN yang diserahkan ke sekolah untuk didistribusikan ke siswanya.

Siswa mendaftar menggunakan kode registrasi yang terdapat pada PIN tersebut, sehingga tidak perlu repot-repot membawa berkas ke sekolah yang mereka tuju.

Sedangkan untuk jalur lokal online, lanjut Dedi, jika di PPDB Online Umum siswa bisa mendaftar ke sekolah mana saja di Kota Bekasi, sedangkan PPDB Online Lokal, siswa yang mendaftar menggunakan sistem PPDB Online Umum dan tidak diterima, mereka bisa menggunakan tahap yang kedua.

Hanya saja yang membedakan, pada tahap kedua ini siswa akan dibekali PIN dan NIK yang mereka miliki berdasarkan pada kartu keluarga (KK) dan diintegrasikan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi. Mereka hanya bisa mendaftar di satu sekolah yang ada di wilayah mereka.

Di tahap kedua ini mereka mendaftar menggunakan sistem PIN dan NIK yang berasal dari KK. Jika mereka ada di Kecamatan Bekasi Timur, maka mereka hanya bisa mendaftar di sekolah negeri baik SMP, SMA maupun SMK yang ada di Kecamatan Bekasi Timur saja dan tidak bisa mendaftar di luar kecamatan tersebut, begitu pula sebaliknya, jelasnya. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!