Olah Raga

Ferrari Impresif di Uji Coba Perdana

redaksi.co.id – Ferrari Impresif di Uji Coba Perdana

Kontestan Formula 1 telah bergantian merilis mobil barunya. Kini, saatnya menguji performa awal Jet Darat tersebut. Mulai Senin (27/2) kemarin, untuk kali pertama mobil-mobil tersebut digeber di atas lintasan dalam sesi uji coba resmi di Circuit de Catalunya, Barcelona.

Pada hari pertama tak hanya Mercedes yang memberikan impresi pada mobilnya tapi juga Ferrari dan Red Bull-Renault. Ferrari menutup sesi pagi sebagai yang tercepat. Sebastian Vettel menggeser pembalap baru Mercedes Valtteri Bottas di puncak daftar pembalap tercepat jelang jeda makan siang. Keduanya saling berganti posisi di posisi sebagai yang tercepat dengan menggunakan ban medium.

Bottas kemudian menjajal dua kali long run dengan ban soft. Meski demikian Vettel menjadi pembalap pertama yang mampu menciptakan benchmark 1 menit 22 detik. Catatan waktu terbaiknya sebelum menutup sesi pagi adalah 1 menit 22,765 detik. Vettel baru menjajal ban medium untuk meraih waktu secepat itu.

Sebagai perbandingan catatan waktu tersebut sudah sangat mendekat fastest lap dari uji coba di sirkuit yang sama awal tahun lalu yakn 1 menit 22,765 detik. Dan raihan tersebut didapat menggunakan ban ultra-soft atau ban tercepat dari pilihan yang ada. Statistik tersebut menunjukkan bahwa, mobil F1 baru memang seperti yang diprediksi sebelumnya. Lebih cepat dari generasi sebelumnya. Bahkan bisa lebih cepat 4-5 detik setiap lapnya.

Di saat Ferrari dan Mercedes langsung tune-in dengan menemukan kecepatannya di uji coba hari pertama, Red Bull justru bermasalah. Daniel Ricciardo yang turun di hari pertama mengakibatkan bendera merah berkibar. Mobilnya mogok setelah empat lap digeber. Tim kemudian memastikan bahwa masalah sensor menjadi pernyebab terhentinya RB13 Ricciardo menjelang tikungan ketiga.

Insiden tersebut seperti alarm bagi Red Bull. Meski mobil mereka memiliki aerodinamika hebat , bahkan disebut-sebut sebagai yang terbaik saat ini, mesin Renault dikhawatirkan tidak mendukung kehebatan itu. Sebelumnya masalah yang sama juga dialami tim junior Red Bull, Toro Rosso pertengahan pekan lalu. Saat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan promosi mobil mereka juga mogok setelah baru digeber enam lap.

McLaren lebih parah lagi. Fernando Alonso hanya menyelesaikan satu lap instalasi di sesi pagi sebelum MCL32 mereka terpaksa kembali ke garasi karena bermasalah dengan sistem pompa oli. Lantaran area yang perlu diperbaiki cukup rumit, McLaren mengatakan butuh waktu beberapa jam untuk mencari solusinya.

Haas adalah tim lain yang juga mengalami masalah ketika VF-17 Kevin Magnussen terhenti di jalur keluar pitlane. Beruntung dia belum terlalu jauh keluar ke sirkuit sehingga bendera merah tidak perlu dikeluarkan. Sejumlah mekanik kemudian mendorongnya kembali ke garasi.

Setelah kembali ke trek Magnussen mengungkapkan impresi pertamanya tentang mobil generasi tersebut.

”Grip-nya jauh lebih kuat. Khususnya saat melibas tikungan cepat, sangat stabil dan cengkeraman roda kuat,” ucapnya dikutip Crash.

Magnussen kemudian mengalami kecelakaan di tikungan 10. Mobilnya melintir karena roda belakang terkunci dan menabrak pagar pembatas. Akibat kecelakaan itu sayap depan rusak. Beruntung mobilnya masih bisa digunakan di sesi sore. Tapi insiden tersebut membuktikan bahwa mobil 2017 lebih liar dan sulit dikendalikan, terutama jika fisik pembalap tidak fit. Apalagi Magnussen masih membela Renault tahun lalu. Butuh adaptasi.

Di sesi sore Bottas digantikan rekan setimnya sang juara dunia tiga kali Lewis Hamilton. Berganti pembalap Mercedes tetap bersaing dengan Ferrari di puncak daftar pembalap teratas.

Saat sesi sore memasuki pukul 15:00 Hamilton menggunakan ban soft berhasil mengepras benchmark di sesi pagi dan menembus catatan waktu 1 menit 22 detik dengan torehan 1 menit 21,765 detik. Lebih cepat dari waktu terbaik Vettel di sesi sore dengan selisih 0,1 detik. (cak/ady/)

(red/ainin/adziroh/LN)

Related Articles

Back to top button
Close
Close