Nasional

Tolak Tahan Koruptor, Tim Saber Pungli Dikritik

redaksi.co.id – Tolak Tahan Koruptor, Tim Saber Pungli Dikritik

Komite Rakyat Pemberantas Korupsi mengecam kinerja Tim Sapu Bersih Pungutan Liar atau Saber Pungli yang banyak dibentuk pemerintah daerah. Meski getol melakukan operasi tangkap tangan, namun tak satupun pelaku yang ditahan.Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Blitar Mohamad Triyanto mengatakan kinerja Tim Saber Pungli masih jauh dari harapan masyarakat dalam memerangi praktik korupsi di lapangan. Tidak adanya penahanan yang dilakukan terhadap pelaku pungli justru dikhawatirkan melemahkan tim itu sendiri. “Selama ini tidak ada pelaku pungli yang ditahan meski tertangkap tangan,” kata Triyanto, Rabu 8 Maret 2017.Dia mencontohkan tiga kali penangkapan yang dilakukan Tim Saber Pungli dalam operasi tangkap tangan di Kabupaten Blitar tak ada satupun yang berakhir di penjara. Para pelaku hanya disidik dan ditetapkan sebagai tersangka untuk kemudian dipulangkan ke rumahnya. Terakhir hal ini dilakukan kepada Handoko, 48 tahun, Kepala Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar atas pengurusan pemecahan sertifikat Hak Milik Tanah (SHM). Kepada warganya, kades yang baru 30 hari dilantik menjadi kepala desa itu memungut biaya Rp 2,5 juta. Pelaku dianggap melanggar Peraturan Pemerintah No 128 Tahun 2015 tentang Tekhnis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang.Hanya saja usai disidik, Handoko dibebaskan pulang ke rumahnya. Demikian pula dengan dua kasus sebelumnya yang ditangani Tim Saber Pungli Kabupaten Blitar.Triyanto mengkhawatirkan perilaku aparat tersebut akan menurunkan kewibawaan tim. Lambat laun para pelaku pungli tak akan gentar dengan operasi ini karena tak pernah berakhir di balik jeruji. “Mereka juga berpotensi menghilangkan barang bukti dan tak menimbulkan efek jera,” kata Triyanto.Kepala Kepolisian Resor Blitar Ajun Komisaris Besar Slamet Waloya memastikan kasus tersebut akan berlanjut hingga ke persidangan. Aparat kepolisian sudah mengantongi seluruh bukti dengan kuat untuk memperkecil para pelaku lolos dari jerat hukum. “Kita masih periksa pelakunya,” kata Slamet.Dalam kasus Handoko, dia menjelaskan pelaku diduga sudah sering kali melakukan pungutan kepada warganya. Karena itu begitu Tim Saber Pungli terbentuk, sang kepala desa langsung menjadi perhatian utama. Saat ditangkap pelaku memegang uang tunai sebesar Rp 5 juta yang diduga hasil pungli. Selain uang tunai, sejumlah sertifikat dan kartu keluarga turut diamankan petugas. HARI TRI WASONO

(red/aini/J)

Related Articles

Back to top button
Close
Close