Nasional

Empat WNI Tersangka Penculikan Istri Pengusaha Malaysia

redaksi.co.id – Empat WNI Tersangka Penculikan Istri Pengusaha Malaysia

Petugas Polda Kepulauan Riau dibantu Mabes Polri menangkap enam orang dalam penggerebekan penculikan dan penyekapan istri pengusaha Malaysia, Ling Ling (44) di Sei Temiang, Bumiaji, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (19/3/2017) dini hari.

Empat warga Indonesia ditetapkan tersangka karena terlibat langsung penyekapan.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta kemarin.

“Berdasarkan informasi, memang mengindentifikasi kasus ini melibatkan WNI dalam proses penculikan terhadap saudari Ling Ling,” ujar Boy.

Kasus ini bermula saat rumah Ling Ling di Johor, Malaysia didatangi kawanan perampok pada 21 Februari 2017 silam.

Selanjutnya, Ling Ling dan dua pembantunya diculik dan dibawa ke tempat terpisah.

Ling Ling dibawa anggota kelompok tersebut ke Batam dan diduga dengan perahu lewat dermaga jalur tikus.

Anggota keluarga Ling Ling melaporkan kejadian tersebut ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Suami Ling Ling juga mengaku sempat ditelepon berkali-kali oleh kelompok penculik dan minta sejumlah uang tebusan.

Selanjutnya, kepolisian Malaysia melakukan penyelidikan dan menangkap satu demi satu komplotan pelaku perampokan dan penculikan terhadap Ling Ling.

Informasi yang diterima Polri, ada enam warga Malaysia yang ditangkap oleh PDRM. Namun, dalam perkembangan terkini, ada 12 orang warga Malaysia telah diamankan oleh PDRM terkait kasus ini.

Selanjutnya, PDRJ meminta bantuan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mencari tahu keberadaan Ling Ling.

Sebab, hasil investigasi PDRM bahwa perempuan tersebut disekap di sebuah tempat terpencil di Batam dan melibatkan warga negara Indonesia.

Selanjutnya, Mabes Polri mengerahkan Satgas khusus bersama jajaran Polda Kepri untuk menyelidiki kasus ini.

Dan diketahui, bahwa benar Ling Ling terdeteksi di daerah terpencil di Batam, yakni Sei Temiang.

Setelah memastikan keberadaan Ling Ling, tim Satgas khusus Mabes Polri, jajaran Polda Kepri dan tim PDRM menggerebek sebuah rumah gubuk di Sei Temiang.

Petugas menemukan Ling Ling dalam kondisi baik kendati telah disekap selama 27 hari.

Tim juga menangkap enam orang yang berada di gubuk tersebut.

Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti di gubuk tersebut. Di antaranya sejumlah senapan angin, pisau stainless, telepon genggam, komputer jinjing atau laptop, serta sejumlah logistik makanan.

Keenamnya, yakni David Doo, Kemas Muhammad Saleh, Cahyadi alias Yadi alias Panjang, Hartadi alias Mas, Atanassius dan Baltasar.

Namun, dari hasil pendalaman, Atanassius dan Baltasar dilepaskan karena tidak cukup bukti terlibat dalam penculikan maupun penyekapan terhadap Ling Ling.

Sementara, empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

Rencananya, keempatnya akan dibawa ke Malaysia untuk menjalani proses hukum.

“Sampai siang ini mereka masih melakukan pemeriksaan. Untuk korban saudari Ling Ling telah dievakuasi dan dicek kondisi kesehatannya. Dia sempat dilakukan pemeriksaan awal dan sekarang sudah dikembalikan ke Malaysia,” jelas Boy.

Minta Tebusan Rp 47,6 M

Polri melansir motif kasus penculikan dan penyekapan istri pengusaha kaya asal Malaysia, Ling Ling (44) di Batam, Kepulauan Riau, yang melibatkan sejumlah warga negara Malaysia dan Indonesia adalah ekonomi.

Komplotan tersebut sempat meminta uang tebusan sebesar 5 juta Dolar Singapura atau setara Rp 47,6 miliar kepada sang suami.

“Info yang kami terima mereka ada dugaan motif ekonomi, di mana mereka meminta tebusan 5 juta Dolar Singapura. Itu hampir Rp 50 miliar,”ujar Boy.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak Polri dari Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), komplotan pelaku sempat menelepon suami korban hingga berkali-kali meminta uang tebusan agar Ling Ling bisa dibebaskan setelah diculik dari rumahnya, Johor, Malaysia, pada 21 Februari 2107 dan disekap di Batam.

Mulanya, komplotan tersebut meminta uang tebusan sebesar 5 juta Dolar Singapura atau setara Rp 47,6 miliar.

Dalam negosiasi melalui telepon, komplotan pelaku menurunkan permintaan uang tebusan hingga menjadi 3 juta Dolar Singapura atau setara Rp28,6 miliar.

Namun akhirnya uang tebusan awal yang disepakati adalah SGD 2.014 atau sekitar Rp 19,1 juta.

Uang tersebut telah dikirimkan suami Ling Ling ke komplotan pelaku.

Namun, Ling Ling tak kunjung dibebaskan hingga akhirnya ia meminta bantuan PDRM.

“Ling Ling ini adalah figur istri dari pengusaha di sana. Jadi, si suami temasuk pengusaha besar di Johor,” jelas Boy.

Buron

Otak pelaku penculikan adalah seorang warga Malaysia bernama Wak Lan yang membawa kabur korban dari Johor, Malaysia ke Batam hingga saat ini belum tertangkap.

Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) bekerja sama untuk memburu Wak Lan.

“Saat ini, petugas kami masih mengembangkan informasi dan keterlibatan pihak lain dan mencari otak dari peristiwa ini. Otak pelakunya ini adalah warga negara Malaysia, namanya Wak Lan,” kata Boy.

Dari pengakuan para pelaku yang tertangkap di Malaysia dan di Batam, selain menjadi otak pelaku penculikan, Wak Lan yang juga seorang bos diduga memerintahkan pegawainya berkewarganegaraan Indonesia untuk menyekap Ling Ling di Batam.

Kasus penculikan lintas negara ini bermula saat rumah Ling Ling di Johor, Malaysia, didatangi sekelompok orang, pada 21 Februari 2017.

Selanjutnya, Ling Ling diculik dan dibawa pelaku ke Batam dan diduga dengan perahu lewat dermaga jalur tikus. (coz/wly)

(red/aini/J)

Related Articles

Back to top button
Close
Close